Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Suatu Sore di Tepi Pantai

Oleh

Sukur, M.Pd


Pada suatu senja, saat duduk menikmati keindahan pesisir pantai Bali utara, menyaksikan ombak kecil yang berkejaran dengan buih bertaburan. Alunan suara gamelan dari Pura Segara yang sedang mengadakan odalan bertabuh dengan semilir angin dan gemericik pantai di pesirir pantai. Sembari menyeruput secangkir kopi hitam dan kentang goreng, alam sadar terbawa akan suasana keindahan dan kedamaian akan keragamaan NKRI. Terlantun doa semoga NKRI senantiasa diberkahi dengan kedamaian sehingga bisa dinikmati oleh anak cucu generasi penerus mendatang. Disaat lamunan terbawa pada frekuensi kedamaian, tanpa terasa berkumandang azan Ashar….


Allohu Akbar Allohu Akbar… Allohu Akbar Allohu Akbar… Asyhadu an La ilaha illallah… Asyhadu an La ilaha illallah…

Asyhadu anna Muhammdar Rasulallah… Asyhadu anna Muhammdar Rasulallah… Hayya Alas Sholaah…

Hayya Alas Sholaah… Hayya Alal Falaah … Hayya Alal Falaah…

Allohu Akbar Allohu Akbar… Lailahaillallah…


Saya terdiam dalam hati, menjawab alunan suara azan yang berkumandang dari masjid terdekat dan akan bersegera menuju masjid untuk menunaikan sholat. Tiba-tiba bapak pedagang kopi bertanya… “Mohon maaf, apakah bapak muslim?”


“Ya”, saya menjawab

“Bolehkah suara azannya dikecilkan volumenya pak? Atau corong speakernya tidak diarahkan kesini” lanjutnya bertanya..

“Kenapa pak?”, saya balik bertanya

“Saya merasa terganggu pak, costumer saya juga sepertinya terganggu”, jawabnya.

“Menurut saya, boleh saja decilkan volumenya pak, selama masih terdengar oleh masyarakat muslim

sekitarnya”, saya menjawab.

“Minta tolong pak, nanti agar disampaikan kepada pengurus masjidnya” lanjutnya.

 

“Baik pak, nanti pada saat sholat magrib saya sampaikan”, pungkas saya menutup pembicaraan.

Setelah membayar kopi, saya meninggalkan lokasi pantai menuju ke masjid dengan perasaan tidak menentu. Dalam hati saya mencoba meyakinkan diri, bisa jadi banyak masyarakat sekitar yang non muslim merasa terganggu dengan kerasnya suara azan di masjid, akan tetapi demi menjaga perasaan, mereka sungkan untuk menyampaikan secara langsung. Kebersamaan memang membutuhkan pengorbanan. Pengorbanan untuk mengendalikan rasa, menjaga lisan dan Tindakan agar tidak menimbulkan tafsiran negatif intoleransi. Sekali lagi demi NKRI.

Dengan diterbitkannya SE Menteri Agama No.05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musholla menjadi solusi untuk bisa saling menjaga rasa toleransi antar umat beragama. Pelaksanaan Surat Edaran ini memerlukan sosialisasi yang arif kepada masyarakat sehingga bisa dipahami dan diterima dengan baik, tidak menimbulkan diskresi dan negatif tafsir ditengah keberagaman.


Patas, 25 Februari 2022