Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

10.000 Santri Meriahkan Gebyar Hari Santri Nasional 2022 Provinsi Bali

(Humas Bali) Tidak kurang dari 10.000 santri dari Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) diwilayah Denpasar, Badung, dan sekitarnya mengikuti kirab akbar dalam rangka Gebyar Hari Santri Nasional Tahun 2022, Minggu (23/10/2022) yang dipusatkan di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar.

Kepala Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali H. Mahmudi mengawali rangkaian Gebyar Hari Santri ini dengan melepas seluruh kontingen kirab.

Diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Gebyar Hari santri ini merupakan puncak dari serangkaian acara peringatan Hari Santri Tahun 2022 di Provinsi Bali. Hadir pula dalam kesempatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar, dan Kota Denpasar.

Nuryasin selaku SubKoordinator Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada Bidang Pendis dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian peringatan Hari Santri di Bali sudah dimulai sejak tanggal 16 Oktober 2022 dengan menggelar kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) yang dilaksanakan di komplek Prajaraksaka Denpasar. 

Porsadin sendiri diikuti oleh 98 lembaga dengan melibatkan 1.040 peserta yang merupakan jumlah peserta terbanyak dengan mengikuti 24 cabang lomba.

“Peringatan Hari Santri juga telah dilaksanakan pada seluruh Kabupaten/Kota se Bali yang merupakan implementasi dari Surat Edaran Sekjen No 27 Tahun 2022 dan Gebyar Hari Santri pada pagi hari ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian peringatan Hari Santri dengan dihadiri oleh 10.000 peserta.” Ucap Nuryasin.

Lebih lanjut Nuryasin menyampaikan bahwa Gebyar Hari Santri kali ini bekerjasama dengan 80 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Denpasar. Hal ini sebagai wujud peran serta Kementerian Agama yang berkontribusi dalam membantu usaha kecil yang dilaksanakan oleh masyarakat kita.

Sementara itu Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kabag TU H. Arjiman dalam sambutannya menyampaikan santri saat ini bukan hanya semata milik pondok pesantres ataupun milik umat Muslim saja, tetapi milik semua umat melalui kontribusi yang telah dilakukan oleh para santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

“Upacara bendera peringatan Hari Santri yang telah dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober lalu pun menjadi wujud dari implementasi Moderasi Beragama dalam kehidupan masyarakat di Provinsi Bali. Hari Santri yang jatuh tepat pada Hari Raya Saraswati mampu dilaksanakan selaras dengan mengedepankan toleransi dan Moderasi Beragama. Pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali sendiri terlihat warna yang berbeda dari pakaian dalam upacara bendera dan bagi umat Hindu dilaksanakan persembahyangan usai upacara bendera. Ini merupakan wujud Kementerian Agama sebagai pioneer dalam impelentasi Moderasi Beragama” Ucap Arjiman.

Arjiman pun mengajak seluruh santri di Provinsi Bali sesuai dengan tema yang diusung yaitu 'Berdaya menjaga martabat kemanusiaan' agar mampu memberikan motivasi kepada para santri agar tidak hanya menguasai ilmu agama saja tetapi mampu menambah keterampilan sehingga mampu berkiprah dalam semua bidang.

Diakhir sambutannya Arjiman mengajak seluruh peserta untuk mendoakan para santri, kyia, dan ulama yang telah gugur dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Arjiman pun mengajak kita semua melihat bagaimana sejarah dan perjuangan santri kita dahulu memperjuangkan kemerdekaan, saat ini tugas kita saat ini mengisi kemerdekaan dan berkontribusi menuju indonesia emas.

Dalam kesempatan ini juga Arjiman selaku Kabag TU melantik pimpinan wilayah dan pimpinan cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmuliyah (FKDT) Provinsi Bali.

Menjadi semarak Gebyar Hari Santri Tahun 2022 Provinsi Bali ini diwarnai dengan lomba mewarnai, penampilan seni dan budaya dari para santri, bazar UMKM, serta adanya arena bermain bagi anak anak. Tentu saja hal ini untuk lebih mengenalkan apa itu makna Hari Santri bagi masyarakat khususnya di Provinsi Bali. Antusias juga terlihat dari masyarakat yang turut serta dalam Gebyar Hari Santri terlebih pelaksanaan Gebyar Hari Santri Nasional ini dilaksanakan tepat saat penerapan Car Free Day dijantung ibu kota Bali.(sn)


Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
TRADISI MEDALI PADA KSM (1 EMAS DAN 2 PERUNGGU)
Berita Berikutnya
Sukses Gelar Gantari #1, MAN 1 Jembrana Ramu Strategi Penguatan Literasi

Rekomendasi:

Berita Terbaru: