Bidang PHU Bali
: Militansi pelayanan yang diberikan para punggawa haji Bali kepada para jemaah
haji reguler diapresiasi pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama
Provinsi Bali. Bukan hanya dalam narasi lisan, pelayanan optimal juga telah
diberikan melalui aksi pelayanan yang nyata.
Demikian
pernyataan yang disampaikan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil
Kementerian Agama Provinsi Bali, H. Mahmudi, saat memberikan arahan pada rapat
koordinasi pemulangan jemaah haji yang dilaksanakan di Audir Corner PTSP
Kanwil, Selasa (24/6/2025). Hadir pada pertemuan terbatas tersebut para
Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota di
Provinsi Bali beserta pelaksana serta tim kerja pelayanan haji reguler.
H. Mahmudi
mencontohkan dalam penyelesaian dokumen pemvisaan jemaah haji yang terbilang
sangat nyaman dalam penyelenggaraan haji tahun 2025 ini. ”Alhamdulillah jemaah
yang melunasi melebihi kuota, begitu pula dokumen yang terselesaikan juga
melebihi kuota. Itu berkat kerjasama yang apik antara tim kanwil dengan para
punggawa haji Bali sehingga kita nyaman untuk penyelesaian dokumen tahun ini,”
jelasnya.
Begitu pula
dengan distribusi perlengkapan jemaah yang dinilai luar biasa. ”Kalau di
beberapa provinsi lainnya, koper datang dimasukkan dulu di gudang, beberapa
hari kemudian baru didistribusikan ke daerah. Kalau di Bali, walau datangnya
malam bahkan dinihari, koper datang langsung malam itu juga diambil oleh
Kabupaten/Kota. Ini luar biasa,” tandas H. Mahmudi.
Sementara itu,
jemaah haji Provinsi Bali dijadualkan akan mendarat di Bandara Juanda Surabaya
pada Kamis, 03 Juli 2025 pukul 20.20 WIB untuk kloter SUB-71 dan pukul 21.30
WIB untuk kloter SUB-72. Menurut Ketua Tim Kerja Pelayanan Haji Reguler, H.
Muhammad Nasihuddin, diperkirakan jemaah sudah dapat keluar dari asrama haji
pada Jumat, 04 Juli 2025 sekitar pukul 01.00 sampai 03.00 WIB dinihari. Jikalau
langsung menuju Bali dengan moda transportasi darat, diprediksi sampai di Bali
sekitar Jumat, 04 Juli 2025 pukul 14.00 – 16.00 Wita.
”Kami berharap
seluruh petugas daerah yang menjemput jemaah untuk menjaga kondisi fisik karena
harus siaga dari malam hingga dinihari. Termasuk juga perlu dimitigasi terkait
kondisi global di timur tengah dan kondisi alam yang berpotensi cepat berubah
setiap waktu,” ujar Nasihuddin.
Dalam pertemuan
tersebut, disepakati beberapa hal terkait pembagian job deskripsi para petugas
penjemput, barang bawaan jemaah, stand by armada bus penjemput, hak-hak
jemaah haji yang wafat di Arab Saudi serta etika pelayanan yang diharapkan
dapat diberikan para petugas daerah penjemput kepada seluruh jemaah haji yang
hendak pulang ke daerahnya masing-masing. (nas)