Denpasar (Kemenag) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Pendidikan Islam kembali menyelenggarakan Pendis Awards 2024, sebuah acara yang bertujuan memberikan apresiasi kepada para pejuang pendidikan Islam di Bali. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Nirmala Denpasar pada Rabu (18/12/2024), dengan total 129 penghargaan yang diserahkan kepada berbagai individu dan lembaga. Ajang ini menjadi bukti komitmen Kemenag Bali dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan Islam di provinsi ini.
Ketua Panitia Pendis Awards 2024, Rustiani Erwin Yuni Astiti, dalam laporannya menyampaikan bahwa ini adalah penyelenggaraan tahun ketiga dari Pendis Awards. “Kami berkomitmen untuk terus menyelenggarakan Pendis Awards setiap tahun, meskipun dengan segala keterbatasan yang ada. Tahun ini, kami menambahkan beberapa kategori penghargaan untuk memberikan apresiasi lebih luas kepada insan pendidikan Islam,” ujarnya.
Penghargaan yang diberikan meliputi berbagai kategori, seperti siswa dan santri berprestasi, guru dan ustadz berprestasi, kepala madrasah terbaik, user champion EMIS teladan, madrasah dengan data EMIS terakurat dan kredibel, hingga madrasah inklusi dan lembaga pendidikan Islam kreatif dan mandiri. Turut hadir dalam acara ini seluruh Kepala Seksi Pendidikan Islam se-Bali, kepala madrasah negeri dan swasta, serta pimpinan pondok pesantren di Bali.
Lebih lanjut Rustiani menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan Pendis Awards adalah untuk: Memberikan apresiasi kepada individu dan lembaga yang telah berkontribusi dalam memajukan pendidikan Islam di Bali; Meningkatkan kualitas pendidikan Islam melalui penghargaan yang mendorong inovasi dan mutu; Menciptakan kompetisi sehat antar lembaga pendidikan, tenaga pendidik, dan peserta didik dalam meningkatkan prestasi akademik maupun non-akademik, dan Mempererat silaturahmi dan koordinasi antar pemangku kepentingan pendidikan Islam, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Salah satu penghargaan baru tahun ini adalah untuk madrasah dengan data EMIS (Education Management Information System) paling akurat dan kredibel, pentingnya kualitas data EMIS sangat ditekankan. “Data EMIS adalah modal utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Akurasi data harus diimbangi dengan kredibilitasnya. Jangan sampai data yang akurat tidak mencerminkan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan analisis data secara nasional yang menunjukkan bahwa madrasah swasta cenderung memiliki data EMIS lebih akurat dibandingkan madrasah negeri. Hal ini, menurutnya, disebabkan oleh kehati-hatian lembaga swasta yang bergantung pada data tersebut untuk menerima bantuan operasional. “Kami berharap ke depan, seluruh madrasah di Bali, baik negeri maupun swasta, memiliki akurasi dan kredibilitas data yang tinggi,” tambahnya.
Mewakili Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Kepala Bidang Pendidikan Islam, Isyatir Rodiyah, dalam arahannya, mengingatkan pentingnya peran visi dan misi yang jelas, kualitas guru yang profesional, serta sarana dan prasarana yang memadai dalam membangun pendidikan Islam yang unggul. “Kita tidak hanya membutuhkan data yang baik, tetapi juga perlu memperhatikan proses pembelajaran yang menyenangkan dan bebas dari bullying,” pesannya.
Ia juga mengungkapkan kabar baik untuk guru-guru madrasah. “Pada tahun 2025 dan 2026, kami berupaya menuntaskan pemberian tunjangan profesi guru (TPG) bagi guru-guru yang telah lulus seleksi. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kesejahteraan guru-guru madrasah di Bali,” ujarnya.
Pendis Awards 2024 diharapkan dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh insan pendidikan Islam di Bali untuk terus berprestasi. Dengan dukungan dan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, pendidikan Islam di Bali diharapkan mampu melahirkan generasi emas pada tahun 2045.
Acara ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada individu dan lembaga berprestasi yang diiringi tepuk tangan meriah dari para undangan. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan pendidikan Islam di Bali mendapatkan apresiasi yang layak.(sn)