(Ura Hindu) Denpasar, 16 Juli 2019
I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali sekaligus pimpinan Suka Duka Dharma Bhakti bersama karyawan-karyawati Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali yang tergabung sebagai anggota Suka Duka melaksanakan Piodalan dan persembahyangan bersama di Pura Dharma Bakti Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali pada Purnama Sasih Kasa yang jatuh pada hari Selasa, 16 Juli 2019.
Masing-masing anggota Suka Duka ngaturang ayah melalui Sekaa Gong, seni tari dan juga Pesantian. Persiapan pelaksanaan Piodalan ini sudah dimulai sejak pukul 08.00 Wita. Persembahyangan bersama dilaksanakan pada pukul 09.00 Wita, diawali dengan Puja Tri Sandhya yang kemudian dilanjutkan dengan Kramaning Sembah, dipimpin oleh Sulinggih, Ida Pedanda Gede Putra Kekeran. Proses persembahyangan berjalan dengan lancar dan berakhir pada pukul 10.30 Wita.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali yang memberikan Dharma Wacana setelah dilaksanakannya persembahyangan bersama mengangkat tema Agama, Ilmu dan Seni sebagai kebutuhan hidup untuk kehidupan umat Hindu yang lebih baik. Dalam menjalani kehidupan, setiap manusia pasti akan menghadapi permasalahan yang akan membuat dirinya mengalami tekanan hidup, setres bahkan depresi. Disinilah agama hadir untuk memberikan perasaan damai, sebagai hiburan dan bimbingan untuk dapat mengurangi tekanan hidup yang sedang dialami. Dalam Agama Hindu juga sudah dijelaskan bahwa suka, duka, lara dan pati memang merupakan siklus yang pasti akan dialami oleh setiap manusia. Dengan bekal dasar agama yang baik diharapkan manusia akan dapat lebih tenang dan bijak dalam bertindak menghadapi situasi yang ada.
Ilmu akan membuat manusia dapat menjalani hidup dengan lebih mudah. Dengan bekal ilmu pengetahuan yang baik, seseorang cenderung akan memiliki masa depan yang lebih baik. Setidaknya manusia akan dapat menentukan mana yang baik dan mana yang buruk untuk kehidupannya. Ilmu pengetahuan adalah yang utama dalam kehidupan sebagaimana disebutkan dalam konsep ajaran Agama Hindu. Kehidupan manusia terpelihara (Wisnu), sejahtera (Sri) dan bahagia (Laksmi) dengan berbekal ilmu pengetahuan (Brahma dan Dewi Saraswati). Sedangkan seni akan membuat hidup manusia menjadi lebih indah. Ketiga hal itulah yang menjadi konsep hidup Umat Hindu di Bali.
Beliau juga mengingatkan seluruh karyawan/karyawati bahwa agama merupakan penjaga kerukunan umat Hindu di Bali yang implementasinya terwujud melalui kegiatan Ngayah di Pura yang mengutamakan kebersamaan umat, seperti yang telah dilakukan oleh karyawan/karyawati saat Ngayah di Pura Dharma Bhakti tepat sehari sebelum Piodalan. Agama Hindu juga telah memutar perekonomian umat Hindu di Bali. Untuk itu sebagai karyawan/karyawati Kementerian Agama, Beliau mengajak kita semua untuk terus mempertahankan dan mendalami pemahaman ajaran Agama Hindu yang sudah begitu hebatnya diwariskan oleh leluhur kita sejak zaman dahulu.
Setelah seluruh rangkaian persembahyangan bersama selesai dilaksanakan, karyawan/karyawati Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali melaksanakan Piodalan di Wisma Sejahtera Kementerian Agama yang beralamat di Jalan Kahuripan Nomor 1, Lumintang, Kota Denpasar. Dengan dilaksanakannya persembahyangan bersama, baik itu persembahyangan Purnama Tilem maupun persembahyangan setiap harinya, Sradha Bhakti karyawan/karyawati di lingkungan Kementerian Agama diharapkan akan terus meningkat. (ts)