Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Alhamdulillah, Semua Jemaah Haji Bali Kondusif di Mina

Denpasar (Kemenag) - Viralnya sebuah tayangan di media sosial tik tok dari akun bernama ashwid family dengan judul kacaunya tenda jemaah haji di mina mengundang klarifikasi dari petugas kloter. Seluruh jemaah Provinsi Bali yang tergabung dalam kloter SUB-72, yang terdapat dalam video tersebut, dipastikan telah kondusif dan mendapat pelayanan selama di Mina.

Demikian pesan digital yang disampaikan Ketua Kloter SUB-72, H. Antoni, kepada Ketua Tim Pelayanan Haji Reguler Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, H. Muhammad Nasihuddin, menanggapi beredarnya video berdurasi 5 menit 1 detik. Video tersebut diambil sesaat ketika jemaah sampai di Mina dan sedang proses pembagian tenda kepada jemaah.

Sejatinya, kloter SUB-72 mendapatkan 6 tenda dengan kapasitas 50 jemaah plus 1 tenda dengan kapasitas 67 jemaah sehingga secara hitungan-hitungan mencukupi untuk jemaah kloter SUB-72 yang berjumlah 369 jemaah (tenda seperti ditunjukkan tanda panah pada denah gambar-red). ”Salah satu penyebab tenda tidak muat untuk kapasitas yang ditentukan adalah banyaknya barang bawaan jemaah. Selain tas kabin, banyak jemaah yang juga membawa tas ransel plus tas pemberian perbankan,” jelas Antoni.

Video tersebut juga diambil ketika petugas kloter sedang bernegosiasi dengan pihak maktab untuk mendapatkan tambahan ruangan, sebelum waktu sholat subuh. “Walau proses negosiasi agak panjang, alhamdulillah kita diberi tambahan ruangan oleh pihak maktab, bahkan jemaah yang sakit kita tempatkan di secretariat maktab. Sayang sekali video itu diambil dan langsung dishare oleh yang bersangkutan, kayaknya jemaahnya tidak sabaran. Padahal alhamdulillah malamnya semua Jemaah tidur nyenyak,” tandas Antoni.

H. Antoni juga mengklarifikasi adanya jemaah yang tergeletak di pinggir jalan itu sebagai Jemaah terlantar dari kloter SUB-72. Menurut Antoni, orangtua yang tergeletak itu adalah Jemaah SOC (Embarkasi Solo-red) yang kelelahan saat antri ke kamar mandi. “Mereka Jemaah yang ikut proses tanazul hotel karena bertempat tinggal di Syisah-Roudhah. Alhamdulillah semua Jemaah Bali kondusif dan terlayani sampai balik ke Makkah,” tegas Antoni.

Hal senada juga disampaikan H. Anwar Haryono dalam postingan videonya di media sosial. Ketua Rombongan KBIHU Wali Sanga yang juga tergabung dalam Kloter SUB-72 menyatakan bahwa seluruh jemaah dapat terlayani dengan baik berkat kerja luar biasa petugas kloter serta pengertian dan kesabaran Jemaah. Bahkan pelayanan haji tahun 2024 ini jauh lebih baik dari pelayanan haji tahun sebelumnya, bahkan tahun 2002 dan 2014 ketika beliau sebelumnya pernah berhaji.

“Dalam manasik sudah dijelaskan kalau kapasitas di Mina jauh akan lebih sempit dengan tidak digunakannya mina jadid pada tahun 2024 ini sehingga kita dituntut sabar dan sabar. Alhamdulillah banyak jemaah yang lulus ujian kesabaran, memahami informasi manasik tersebut dalam kondisi riil di Mina,” ujar H. Anwar, Jemaah asal Kabupaten Badung Bali. Menurutnya, dengan aplikasi sabar dalam berhaji menjadikan perjalanan ibadah menjadi lebih nikmat dan nyaman.

Sementara itu, Kepala Bidang PHU, H. Syarif Hidayatullah, menghimbau jemaah untuk terus mengasah kesabaran dan mengikuti segala arahan dari petugas kloter. H. Syarif memastikan bahwa petugas haji asal Provinsi Bali akan terus bekerja dan berkhidmat secara optimal dalam mengawal kemabruran jemaah melalui pembinaan, pelayanan dan perlindungan. “Silakan problematika dan uneg-uneg yang ada disampaikan kepada petugas haji untuk dicarikan solusinya, tidak perlu mengadu kepada media sosial yang belum tentu mendapatkan solusi atas dinamika yang dihadapinya,” tanda H. Syarif. (nas)


Kontributor : Bidang PHU Bali 


Berita Sebelumnya
Bentuk Citra Positif, Dirjen PHU Gandeng Humas
Berita Berikutnya
Satu Lagi Jemaah Haji Bali Wafat di Tanah Suci

Rekomendasi:

Berita Terbaru: