Inmas,
Senin 09 Juli 2018. Di dalam mendukung Tujuan Penguatan Pendidikan
Karakter (PPK) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 87 Tahun 2017, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali
melaksanakan Kegiatan Kemah Dharma Sedana Provinsi Bali. Kegiatan ini Bertempat
di Taman Denbukit, Camping Ground Pancasari, Bedugul-Bali yang mempunyai Tema “Melalui
Kemah Dharma Sedana Kita Bangun Generasi Muda Hindu Yang Mandiri, Cerdas dan
Unggul Serta Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika
Dalam Bingkai NKRI”, tujuan kegiatan ini adalah Pembangunan Karakter Bangsa
khususnya Pemuda Hindu Bali sebagai pondasi penguatan karakter peserta didik
yang berakhlak mulia, berdaya saing, bermartabat menuju generasi emas. Acara
dilaksanakan selama 4 hari, yang dimulai pada Hari Senin s.d Kamis, 09 Juli s.d
12 Juli 2018 yang dilaksanakan oleh Bidang Pendidikan Agama Hindu Kantor
Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali yang dimana Kegiatan Kemah ini dikuti
oleh para kontingen peserta yang seluruhnya berasal dari Siswa-siwi Tingkat
SMA/K seluruh Kabupaten se-Provinsi Bali.
Kegiatan
Kemah Dharma Sedana Provinsi Bali ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Bali, Bapak I
Nyoman Lastra,S.Pd,M.Ag yang dalam acara
pembukaannya dilaksanakan dengan Upacara Pembukaan yang dihadiri oleh seluruh
Peserta Kontingen seluruh Kabupaten se-Provinsi Bali. Dalam Sambutannya Kepala
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Bapak I
Nyoman Lastra,S.Pd,M.Ag., menyampaikan bahwa Etika keagamaan
dan kehidupan harus sarat akan pesan-pesan moral dan ajaran agama khususnya
Agama Hindu, yang merupakan jalan dari kebenaran. Peserta harus bisa dan mampu menjadi
generasi muda yang mandiri, berkarakter, cerdas dan berakhlak mulia dengan
tidak menghilangkan Nilai-Nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika di dalam
membangun Bangsa dan Negara Indonesia.
Respon dari para peserta dan para
Pembina/pendamping terhadap kegiatan ini sangat baik, mereka berharap agar
kegiatan seperti ini lebih sering lagi dilaksanakan agar anak-anak memiliki
wadah dalam menyalurkan bakat dan kreatifitasnya kearah yang positif. Hal ini
dilakukan sebagai langkah antisipasi menangkal dampak negatif pengaruh kemajuan Tekhnologi Informasi (TI)
yang meresahkan masyarakat. Tanpa filter imtaq
yang kuat maka generasi muda penerus bangsa akan kehilangan masa depan
dan akan timbul berbagai masalah sosial dalam masyarakat sehingga dapat
berakibat lose generation. Melalui
ajang ini sekaligus memberikan dorongan kepada peserta didik untuk meningkatkan
pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama sehingga tercermin dalam
sikap dan perilaku serta ucapan sesuai dengan norma dan nilai-nilai agama.