(Inmas Bali) Pemuda sebagai generasi penerus menjadi perhatian penting bagi pemerintah kita saat ini. Generasi yang berkualitas akan membawa Indonesia menjadi negara yang hebat. Peristiwa akhir-akhir ini terkait kerukunan cukup menyita perhatian. Sehingga perlu menanamkan pemahaman akan kehidupan umat beragama sejak usia dini. Berdasrkan itulah Sub.Bagian Hukum dan Kerukunan Umat beragama Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali membuat acara Kemah Pemuda Lintas Agama Jum’at hingga Minggu tanggal 04 hingga tanggal 06 Agustus 2017 di Taman Jepun Denpasar. Acara pembukaan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Asisten I Pemerintah Provinsi Bali, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Pejabat Eselon III dan IV pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota se-Bali.
Melalui laporannya Kepala Sub.Bagian Hukum dan KUB Bapak Drs. H. Saefuddin, M.PdI menyampaikan tujuan digelarnya kegiatan ini adalah untuk menciptakan media untuk mempertemukan pemuda dari berbagai latar belakang agama yang berbeda agar saling memahami dan meningkatkan toleransi, memperteguh kesadaran pemuda bahwa keragaman di Indonesia harus dirawat untuk mempertahankan kondisi kerukunan yang dinamis di provinsi Bali, dan menegaskan bahwa berbeda agama itu berbeda cara ibadah dan berbeda cara menyebut Tuhan tetapI tidak berbeda dalam menjalin hubungan persaudaraan.
Kegiatan kemah ini akan diisi dengan berbagai kegiatan yaitu pembelajaran dan diskusi wawasan kebangsaan, permainan berbasis kerukunan, malam keakraban, dan ditutup dengan deklarasi pemuda lintas agama. Kemah ini mengusung tema “Dalam Perbedaan Kita Bertemu” dimana wadah kemah ini dijadikan sarana untuk mempertemukan keberanekaan untuk satu tujuan yaitu kebersamaan yang akan bermuara pada kedamaian dan kerukunan hidup umat beragama. Kemah ini diikuti oleh 180 orang peserta yang terdiri dari perwakilan enam agama dari seluruh kabupaten/kota se-Bali.
Kemah Pemuda Lintas dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Bali yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Asisten I Pemerintah Provinsi Bali Bapak I Dewa Putu Eka Wijaya Wardana, SH, MH. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Kemah Pemuda Lintas Agama ini memiliki arti yang sangat penting untuk merenungkan hakikat dan makna kehidupan ini. Kegitan ini juga sebagai sarana introspeksi dan evaluasi diri untuk memaknai kebersamaan dan keberanekaan serta kehidupan yang lebih baik serta menjaga kejernihan pikiran menuju jalan yang benar berdasarkan Dharma dan falsafah Tri Hita Karana.
Nilai filosofi Tri Hita Karana yang mengedepankan keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam lingkungan, antara manusia dengan sesama, dan antara manusia dengan Sang Pencipta telah menjadi nilia-nilai universal yang diakui dunia. Ajaran Tri Hita Karana serta keteladanan yang terkandung di dalamnya dinilai memiliki peran penting dalam mendukung upaya global untuk mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim.
Beliau berharap agar generasi muda benar-benar dapat mengendalikan diri dengan senantiasa berpikir jernih, damai dan agar kerahayuan tanah air Indonesia khususnya di Bali dilandasi dengan nilai-nilai menyamabraya mampu dilaksanakan dengan baik dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya di Bali. Usai pembukaan secara resmi, acara dilanjutkan dengan pembekalan oleh Kepala Kanwil kementerian Agama Provinsi Bali kepada seluruh peserta kemah.(sn)