Surabaya (Kemenag) - Sebanyak 2 (dua) jemaah haji asal Provinsi Bali harus menjalani rawat inap pasca kepulangan dari Arab Saudi. Jemaah atas nama Pardi Sumijani (Denpasar) dan Boya Samphido (Badung) dirawat di Rumah Sakit Haji Surabaya sejak 12 Juli 2024.
Pardi Samphido yang tergabung dalam kloter SUB-71 didiagnosa mengalami suspect pnemonian, dirawat di Graha Nur Afiyah 405. Sedangkan Boya Samphido yang tergabung dalam kloter SUB-72 didiagnosa mengalami hiperglikemia, dirawat Graha Mawar 1C.
Sejatinya seluruh jemaah Provinsi Bali sampai di Debarkasi pada 12 Juli 2024 dan langsung dapat kembali ke daerahnya masing-masing. "Karena 2 jemaah tersebut mengalami gangguan kesehatan dan dianalisa harus dirawat terlebih dahulu, maka terpaksa harus dirujuk ke RS Haji. Doakan yang bersangkutan lekas sembuh," ujar H. Syarif Hidayatullah, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.
Pihak Kanwil sendiri telah menugaskan Ketua Tim Kerja Pelayanan Haji Reguler, H. Muhammad Nasihuddin, beserta petugas daerah dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, untuk mendampingi jemaah di rumah sakit sampai yang bersangkutan dapat dipulangkan ke Provinsi Bali. Menurut H. Syarif, pelayanan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab Kanwil Bali untuk dapat memberangkatkan sekaligus memulangkan seluruh jemaah tanpa terkecuali.
Sementara itu, tim Kanwil menginformasikan bahwa seluruh jemaah yang dirawat telah mendapat ruang inap. Hasil laboratorium Rontgen mengindikasikan bahwa jemaah atas nama Pardi Sumijani memang mengalami infeksi pada paru-paru. Jemaah juga memiliki riwayat hipertensi dan kadar leukosit yang tinggi. Sedangkan jemaah atas nama Boya Samphido memiliki kadar gula melebihi 500. "Info dokter kadar gula darah normal antara 140-199. Semoga segera turun kadar gula darah Pak Boya," jelas Nasihuddin.
Pihak dokter perawat pun tidak dapat memastikan batas waktu perawatan jemaah yang dirujuk. "Kita doakan dan berharap jemaah segera keluar dari rumah sakit serta dapat segera berkumpul dengan keluarganya di Bali," ujar Nasihuddin. (nas)
Sumber: Kontributor Bidang PHU