Denpasar (Kemenag) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah mengadakan kegiatan Jamarah (Jagong Masalah Haji dan Umrah) pada Sabtu (20/7/2024), di Quest San Hotel Denpasar. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk stakeholder perhajian (KBIHU, SAHI, dan IPHMUI), organisasi keagamaan masyarakat (MUI, NU, dan Muhammadiyah), PPIU, PIHK, pengamat haji, wartawan media cetak, serta penyelenggara haji dan umrah dari kabupaten/kota di Bali.
Dalam acara ini, hadir sebagai narasumber I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, Anggota DPR-RI Komisi VIII dari Dapil Bali, dan Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi Bali. Laporan dari panitia disampaikan oleh H. Muhammad Nasihuddin yang menekankan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024 akan segera berakhir pada 23 Juli 2024. Selama masa operasional ini, banyak dinamika yang terjadi dan menjadi sorotan media.
"Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi diskusi antara legislatif dan masyarakat serta antara pemerintah dan masyarakat terkait penyelenggaraan haji dan umrah," kata Nasihuddin. Ia juga menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk kemitraan antara Kementerian Agama dan DPR RI, khususnya Komisi VIII.
Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah, H. Syarif Hidayatullah, menyampaikan bahwa Jamarah merupakan program nasional yang dilaksanakan di berbagai wilayah. "Tujuannya adalah mengajak pihak terkait berdiskusi tentang masalah haji dan umrah untuk memperbaiki sistem pelayanan," ujar Syarif. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan perbaikan dalam pelayanan haji di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marheni, dalam arahannya menutup kegiatan Jamarah dengan menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan lebih baik dari tahun sebelumnya, meskipun ada beberapa jemaah yang meninggal dunia. "Tentu banyak cerita selama perjalanan ibadah haji yang berbeda setiap tahunnya," ungkap Marheni.
Marheni juga menekankan pentingnya distribusi informasi yang benar kepada masyarakat untuk menghindari misinformasi. "Kami berharap informasi yang diterima dalam kegiatan ini dapat ditransfer kepada masyarakat secara baik sehingga masyarakat dapat memahami penyelenggaraan haji secara utuh," tutupnya.
Kegiatan Jamarah ini diharapkan dapat menjadi ajang diskusi yang efektif dan santai dalam membahas berbagai dinamika penyelenggaraan haji dan umrah, sehingga dapat meningkatkan pelayanan haji di masa mendatang.(sn)