Mangupura (Kemenag) - Puncak penyelenggaraan ibadah haji dilaksanakan di Arofah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Di sisi lain ibadah haji adalah salah satu ibadah yang mengandalkan fisik. Oleh karenanya, jemaah haji diminta untuk menghemat energi pra-puncak pelaksanaan haji agar tetap full energi saat menjalankan rangkaian ibadah saat di Armuzna.
Demikian amanah yang disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha, H. Arjiman, mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, saat membuka kegiatan Pembekalan Tugas Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) Jemaah Haji Provinsi Bali Tahun 1445H/2024M yang dilaksanakan di Royal Tulip Springhill Jimbaran, Jumat (3/5/2024). Hadir sebagai peserta 120 ketua rombongan dan ketua regu yang tergabung dalam Kloter SUB-71 dan SUB-72.
H. Arjiman juga meminta para Karom dan Karu, sebagai garda terdepan yang berhadapan langsung dengan jemaah, untuk dapat mengedukasi jemaah agar memiliki energi yang optimal saat Armuzna. ”Salah satu yang dapat dilakukan adalah membatasi umrah sunnah sebelum Armuzna sehingga dapat menyimpan energi untuk persiapan saat puncak pelaksanaan haji pada 8 – 13 Dzulhijjah,” jelasnya.
Namun, jemaah juga diminta terus bersyukur karena banyak jemaah yang sudah masuk antrian dan sangat ingin segera berangkat ke tanah suci, tetapi belum diijinkan Allah menunaikan ibadah haji. Salah satu bentuk syukur dari Karom dan Karu diwujudkan dengan banyak berkiprah, membantu jemaah haji lainnya, selain beribadah haji untuk diri pribadi.Karom dan Karu juga diharapkan terus meningkatkan kompetensi dan wawasan karena berada di garda terdepan berhadapan langsung dengan jemaah.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H. Syarif Hidayatullah, menyampaikan terkait tantangan dan peluang penyelenggaraan haji tahun 2024. Beberapa peluang yang dapat dioptimalkan oleh jemaah diantaranya adanya tambahan kuota 20 ribu jemaah yang dapat memangkas jumlah waiting list, pelayanan one gate systempada asrama haji yang membuat pelayanan lebih efektif dan komitmen untuk memanfaatkan pembayaran dam agar dapat dirasakan masyarakat Indonesia.
Kegiatan Pembekalan Tugas Ketua Rombongan dan Ketua Regu dilaksanakan selama 3 (tiga) hari untuk memantapkan pemahaman, wawasan dan kompetensi dalam memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada jemaah. Beberapa materi yang disampaikan diantaranya terkait Penguatan Tugas dan Fungsi Karom dan Karu, pemahaman pelayanan lansia dari perspektif psikologis serta penguatan fiqih moderasi berhaji bagi jemaah haji. (nas)
Kontributor: Nasihudin (Bidang PHU)