(Humas Bali) Kamis (26/11) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jembrana menggelar kegiatan Pembinaan Management Madrasah dalam Rangka Peningkatan Kinerja dan Prestasi yag diikuti oleh Pegawai, Guru, dan Staff Madrasah. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si hadir memberikan semangat bagi tenaga pendidik yang hampir satu tahun tidak melakukan tatap muka dengan anak didik mereka. Semangat dan motivasi diberikan Komang Sri Marheni agar mampu selalu berkinerja dan berinovasi dalam melakukan proses belajar mengajar. Hadir juga dalam kegiatan ini Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Pendidikan Islam pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dan Kepala Sub.Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana.
Menyikapi pandemi Covid 19 yang cukup memberikan pengaruh bagi proses belajar mengajar membuat tenaga pendidik kita harus mampu menguasai teknologi informasi. Covid 19 mengajarkan kepada para guru tentang teknologi, sehingga kedepannya tidak ada lagi guru yang gaptek “ gagap teknologi”. Bahkan pada semester depan, saat pembelajaran tatap muka dimulai guru juga harus tetap berinovasi dengan teknologi.
Lebih lanjut Komang Sri Marheni dalam arahannya menyampaikan guru dibentuk untuk memahami dan menerapkan teknologi dalam proses pembelajaran daring. Tidak hanya berpatokan pada buku bacaan yang ada, tapi harus memaksimalkan penyampaian materi dengan teknologi. Guru harus pandai mencari referensi tambahan melalui internet. Guru juga harus mampu menyajikan video pembelajaran interaktif yang mendukung proses pembelajaran .
“Sebagai abdi negara, tentunya kita dituntut untuk bisa memberikan pelayanan prima pada masyarakat (dalam hal ini adalah siswa). Jadilah ASN yang mampu beradaptasi terhadap perubahan ke arah yang lebih baik. Jangan berada pada zona nyaman (yaitu merasa aman menjalani hari-hari tanpa resiko), tapi harus berani masuk ke zona kompetitif. Kompetitif dalam menyiapkan masa depan yang gemilang buat siswa kita generasi masa depan bangsa.” Ujar Marheni.
“Lima budaya kerja Kementerian Agama jangan hanya diucapkan secara lisan saja, tetapi juga harus ditanamkan dalam hati dan pikiran serta mampu diimplementasikan dalam berkinerja” harap Marheni.(sn)