Maraknya kekerasan verbal dan non verbal di dunia pendidikan hingga saat ini masih sering bermunculan menimpa peserta didik. Biasanya kekerasan tersebut berasal dari satu angkatannya atau kakak kelasanya, tenaga pendidik dan pimpinan dalam lembaga pendidikan tersebut. Selain itu agamapun kerap kali menjadi salah satu pemicu muncul kekerasan di lingkungan sekolah.
Melalui latar belakang tersebut Bidang Pendidikan Islam pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar kegiatan Ngobrol Bareng Pendidikan Islam (NGOPI) Bareng Anggota DPR RI Tahun 2023 di Hotel Nirmala Denpasar, Kamis (22/06/2023).
Hj. Rustiani Erwin Yuni selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa dengan marakanya kekerasan di dunia pendidikan, Pemerintah melalui program Nasionalnya yaitu Sekolah Ramah Anak berupaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak selama 8 (delapan) jam saat anak berada di sekolah dengan infrastruktur yang baik dan tenaga pendidik yang professional.
Sedangkan penguatan Moderasi Beragama merupakan salah satu indikator utama sebagai upaya membangun kebudayaan dan karakter bangsa juga menjadi salah satu program prioritas di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 Kementerian Agama.
Bersama Anggota Komisi VIII DPR-RI IGN Kusuma Kelakan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni hadir membuka kegiatan dan mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Turut hadir mendampingi Ka Kanwil, H.Noer Yasin selaku Plh. Kepala Bidang Pendidikan Islam
“Moderasi beragama dan Sekolah ramah anak menjadi program nasional pemerintah sebagai upaya pencegahan kekerasan pada anak. Sekolah ramah anak membangun paradigma baru dalam mendidik dan mengajar peserta didik untuk menciptakan generasi baru tanpa kekerasan, menumbuhkan kepedulian orang dewasa serta memenuhi hak dan melindungi anak dari hal-hal yang tidak diinginkan” tutur Komang Marheni.
Lebih lanjut Ka Kanwil menyampaikan bahwa Kegiatan “NGOPI” ini tentunya telah seirama dengan program pemerintah dalam hal ini Menteri Agama Bapak Yaqut Cholil Qoumas yang telah mencanangkan tahun 2023 sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama.
Ka Kanwil bepesan agar bersama-sama dan bergandengan tangan turut mensukseskan program ini sebagai upaya kita melindungi anak anak bangsa untuk generasi bangsa yg lebih kuat.
“Sekolah adalah investasi. Peserta didik adalah mutiara bangsa” ujar Komang Marheni.
Sementara itu IGN Kusuma Kelakan menyampaikan bahwa muara kekerasan yang muncul di dunia pendidikan disebabkan dari literasi dan logika yang lemah. Maka dari itu diharapkan pemerintah mampu mewujudkan Infrastruktur sekolah yang sehat dan berkualitas, pendidik yang sehat dan profesional serta mampu melakukan pendekatan yang intelektual dengan peserta didik dan orang tua.
Selanjutnya Ka Kanwil Komang Marheni bersama Anggota Komisi VIII DPR-RI IGN Kusuma membacakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak Jenjang RA yang di ikuti oleh seluruh peserta kegiatan.
Kegiatan “NGOPI” bareng DPR RI yang berlangsung 1 (satu) hari dan mengusung tema “Cegah Kekeresan Dengan Moderasi Beragama dan Sekolah Ramah Anak” dikemas dengan suasana hangat dan diikuti oleh 160 peserta yang terdiri dari Angkatan 1 hingga angkatan 4 yang berasal dari Kepala Seksi Pendis Kab/Kota, Guru RA Raudatul Atfal, , Pengawas Madrasah dan PAI, ketua FKG PAI TK, ketua KKG PAI SD, Ketua MGMP PAI SMP dan SMA Provinsi Bali.(ca)