(Bidang Pendidikan Islam) Tidak adanya biaya saat ini bukan lagi menjadi alasan bagi anak Madrasah untuk tidak belajar pada Madrasah pilihannya karena pada pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo dengan Kabinet Kerjanya telah meluncurkan kartu khusus untuk siswa yang kurang mampu yang berinama KIP (Kartu Indonesia Pinter).
Kepala Bidang Pendidikan Islam Bapak Dr. H. Arjiman, M.Pd ketika memberi sambutan saat monitoring pencairan KIP Madrasah di Kabupaten Jembrana mengatakan Program Indonesia Pintar melalui KIP merupakan pemberian bantuan uang tunai pendidikan kepada siswa Madrasah yang menerima KIP, atau yang berasal dari keluarga miskin dan rentan (misalnya dari keluarga/rumah tangga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera/KKS) atau anak yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Program Indonesia Pintar melalui KIP merupakan bagian penyempurnaan dari Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) sejak akhir 2014. KIP diberikan sebagai penanda/identitas untuk menjamin dan memastikan agar anak mendapat bantuan Program Indonesia Pintar. Kami berkomitmen untuk mengawal pendistribusian KIP dan Realisasi KIP hingga ke Siswa agar salahsatu program pemerintah ini selalu sukses pada tiap tahunnya di Bali.
Sedang Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Tk. Menengah Bapak Drs. H. Hud Muhammad, SH.,MA disela-sela kunjungan mengatakan tujuan utama dari KIP ini adalah 1). Menghilangkan hambatan anak (usia sekolah) secara ekonomi untuk berpartisipasi di Madrasah sehingga mereka memperoleh akses pelayanan pendidikan yang lebih baik di tingkat dasar dan menengah.2) Mencegah anak/siswa Madrasah mengalami putus sekolah akibat kesulitan ekonomi. 3) Mendorong anak/siswa yang putus sekolah agar kembali bersekolah. 4). Membantu anak/siswa kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan kegiatan pembelajaran. 5). Mendukung penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (9) dan Pendidikan Menengah Universal (Wajib Belajar 12 tahun). Beliau juga menambahkan Pendistribusian dan Realisasi KIP di Bali berjalan lancar sesuai harapan ini terlihat dari hasil monitoring yang telah dilakukan di 9 Kab/Kota di Bali. “Beliau juga merasa bangga karena berdasarkan Koran Harian Jawa Pos Penyaluran KIP Madrasah lebih baik dari Diknas. Ditahun 2016 Provinsi Bali mendapatkan 1027 buah KIP dan kedepannya kami akan meminta tambahan kuota KIP guna menjangkau anak-anak yang kurang mampu” tambah beliau”. hesa