Humas Bali, kamis 14/09/23. Bertepatan dengan hari suci
Tilem Sasih Ketiga, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, melalui
Bidang Urusan Agama Hindu menggelar kegiatan Orientasi Pemangku yang melibatkan
82 (delapan puluh dua) perwakilan Pemangku (orang yang telah di sucikan) di
Kabupaten dan Kota Se Provinsi Bali.
Kegiatan orientasi Pemangku yang bertujuan untuk menambah
ilmu serta peran serta Pemangku sebagai abdi Umat Hindu di Bali oleh para
Narasumber yang berkompeten di bidang Kepemangkuan, Bebantenan dan Keseratian ini
telah di gelar selama 3 (tiga) hari, yang telah di mulai dari tanggal 12/09/23
hingga 14/09/23 hari ini.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali,
Komang Sri Marheni yang didampingi oleh Kepala Bidang Urusan Agama Hindu, I Wayan
Santa Adnyana beserta Ketua Tim Urusan Agama Hindu, berkesempatan untuk hadir
menutup secara resmi kegiatan ini dan sekaligus memberikan informasi serta
arahan kepada seluruh peserta yang hadir.
Mengawali arahannya, Ka.Kanwil sangat bersyukur dan mengucapkan
terima kasih kepada seluruh jajaran Panitia Bidang Urusan Agama Hindu yang
telah mempersiapkan segalanya, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar
sesuai harapan, dan terkhusus untuk para Pemangku sebagai peserta dalam
kegiatan ini, Ka.Kanwil memberi rasa hormat dan terima kasih karena telah
mengikuti kegiatan orientasi ini 3 (tiga) hari penuh, sampai saat penutupan.
Tugas Pemangku adalah tugas yang mulia dan suci, karena
Pemangku mengabdikan dirinya untuk kepentingan Umat Hindu. Selain itu Pemangku
juga mendoakan umat melalui Mantra Suci guna kebaikan serta kedamaian umat
Hindu khusunya di Bali. Namun apakah Pemangku ada yang mendoakan? Tentu dengan
seringnya melantunkan Doa – Doa Suci disanalah letak nilai spiritual serta
kebaikan yang mengiringi langkah Pemangku untuk berada pada jalan serta norma
yang benar. Ungkap Ka.Kanwil.
Namun jika ditanya terkait apa yang menjadi kesejahteraan
Pemangku selama mengabdikan diri kepada umat, tentu jawabannya ada di
Pemerintah Daerah masing-masing, seperti bantuan BPJS untuk para Pemangku yang
di berikan oleh Pemerintah Provinsi Bali, serta bantuan sosial lainnya yang
memang ranah dari Pemerintah Daerah. Kementerian Agama memiliki ranah untuk
memfasilitasi Pemangku dengan bekal ilmu pengetahuan, menggelar Orientasi dan
mendatangkan Narasumber yang berkompeten, sehingga para Pemangku di Bali secara
Intelektual nantinya memiliki ilmu tambahan sebagai Pemangku. Adapun bantuan-bantuan
lainnya seperti Genta, Pakaian Pemangku dan fasilitas Kepemangkuan lainya, para
Pemangku dapat mengajukan proposal ke Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Semoga
ilmu dari Orietasi Pemangku ini dapat nantinya diterapkan di masing-masing
tempat suci Pura, dan jangan lupa berbagi ilmu kepada para Pemangku yang lain,
agar pengabdian terhadap Umat Hindu di Bali dapat dirasakan dari praktek serta
edukasi yang benar. Tutup Ka.Kanwil yang ditandai dengan foto bersama. (tam)