Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan bagi dirinya, masyarakat dan bangsa, sedangkan karakter adalah nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan serta perbuatan yang berdasarkan norma-norma agama.
“Momentum ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi siswa/i Hindu untuk menggali informasi terhadap narasumber yang dihadirkan di kegiatan Penguatan Praktek Keagamaan Siswa Hindu. Sehingga para peserta didik usai kegiatan ini dapat mempraktekan ilmu-ilmu yang didapat dalam lingkungan sosialnya” ungkap Ka.Kan.Kemenag I Made Subawa saat membuka kegiatan ini secara resmi yang digelar oleh Bidang Pendidikan Agama Hindu pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali pada hari senin, tanggal 29 Maret 2021 di Pasraman Gurukula Bangli.
Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni saat menutup kegiatan ini yang didamping oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli I Made Subawa beserta Kepala Seksi Pendidikan Keagamaan Hindu Ida Ayu Nyoman pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali dan Ketua Pasraman Gurukula, mengatakan “generasi muda siswa Hindu perlu menanamkan pendidikan karakter yang berlandasakan Pendidikan Agama Hindu, sebab banyak terkandung ajaran-ajaran etika yang dapat mengarahkan peserta didik untuk memiliki karakter, sikap dan pola pikir berlandaskan moral yang kokoh dalam upaya membangun bangsa. Sebab generasi muda Hindu juga sebagai ujung tombak dan sebagai generasi emas untuk menuju bangsa yang besar, adil, makmur dan bermartabat. Untuk menanamkan karkater tesebut siswa/i Hindu perlu dibimbing dan diarahkan yang baik dan benar oleh guru sebagai orang tua mereka di sekolah atau pasraman sedangkan di rumah adalah orang tua atau kerabat keluarga terdekat.
Ka.Kanwil juga menyampaikan meskipun di saat pandemi pendidikan karakter tidak boleh kendor, pendidikan karkter dapat kita lakukan terhadap orang-orang terdekat yang kita sayangi seperti keluarga kita di rumah sedangkan sanak saudara kita yang jauh dapat kita berkomunikasi melalui daring. Di kegiatan ini Ka.Kanwil mengingatkan kepada peserta didik yang berjumlah 50 orang dari Pasraman Gurukula di Kabupaten Bangli, untuk terus meningkatkan protokol kesehatan meskipun vaksin covid-19 sudah mulai disebarluaskan dan dilaksanakan. Tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk meningkatkan mutu Pendidikan dan mewujudkan peserta didik yang cerdas, kreatif, andiri dan berahklak mulia.