Kegiatan pembinaan Pra Nikah/Wiwaha bertujuan untuk mewujudkan generasi
muda Hindu yang unggul dan maju serta dapat dijadikan sebagai pedoman bagi para
pemuda pemudi Hindu untuk mengetahui ajaran agama Hindu dalam membangun suatu
komitmen dengan pasangan hidupnya kelak menuju ke jenjang pernikahan (Grhasta Asrama)
dan mampu memahami makna dari pernikahan.
Tujuan tersebut disampaikan dalam laporan ketua panitia oleh Ni Made
Artini yang juga bertindak selaku ketua kepada Kepala Kantor Kementerian Agama
Provinsi Bali Komang Sri Marheni yang hadir untuk membuka dan sekaligus
memberikan sambutan pada kegiatan Pembinaan Pra Nikah/Wiwaha yang digelar oleh
Bidang Urusan Agama Hindu pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi,
Senin, 24 Mei 2021, di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar.
Mengawali sambutannya terlebih dahulu Ka.Kanwil Komang Sri Marheni
menghimbau kepada para peserta yang berjumlah 44 pemuda pemudi yang berasal
dari seluruh Kabupaten/Kota se-Bali untuk terus menerapkan protokol kesehatan
5M sesuai dengan Instruksi Menteri Agama
No 1 tahun 2021 yaitu memakai masker,mencuci tangan, menjaga jarak, menjahui
kerumunan serta membatasi mobilitas dan interaksi. Selain menerapkan 5M
Ka.Kanwil juga mengingatkan untuk terus meningkatkan imunitas tubuh dengan olah
raga dan istirahat yang cukup.
‘’Pembinaan dalam kegiatan ini adalah untuk menyiapkan remaja yang sudah
siap memasuki pernikahan ( Grahasta Asrama).
Pernikahan atau Pewiwahan dalam ajaran agama Hindu merupakan Yadnya dan
perbuatan Dharma. Pewiwahan merupakan awal
dari Grahasta Asrama yaitu tahapan kehidupan berumah tangga. Seorang Grahasta
inilah yang harus benar benar mampu mandiri mewujudkan Dharma dan mempersiapkan
segala sesuatunya yang matang dan siap dalam menempuh kejenjang pernikahan ”
tutur Ka.Kanwil Komang Marheni yang didampingi oleh Kepala Bidang Urusan Agama
Hindu Ida Bagus Suastika saat memberikan arahan.
Menikah bukanlah sesuatu hal yang
dapat dipandang enteng. Menikah adalah suci, mulia dan sakral karena sesuai
dengan satra agama. Dalam suatu pernikahan diperlukan adanya saling pengertian
terhadapa pasangan, saling menutupi kekurangan dan bertanggung jawab kepada
pasangannya, memahami akan hak dan kewajibannya. Finansial juga merupakan
pondasi yang sangat diperlukan dalam membangun rumah tangga, untuk itu sebelum
menikah kepada calon kepala keluarga wajib memiliki pegangan yaitu bekerja atau
keduanya bekerja akan lebih baik lagi, sehingga saat akan melangkah ke jenjang
pernikahan masing-masing pasangan telah memiliki sebuah modal dasar. Bumbu-bumbu
dalam pernikahan adalah hal yang wajar, justru dengan adanya bumbu-bumbu
tersebut kehidupan berumah tangga akan menjadi lebih dewasa asalkan tidak terdapat
kekerasan dalam rumah tangga dan perselingkuhan. Pendewasaan dalam berumah tangga akan berjalan
seiring dengan pendewasaan dalam diri masing-masing pasangan. Nasihat tersebut
disampaikan kepada pemuda pemudi yang akan menjadi nahkoda rumah tangga dan yang
akan menjadi seorang ibu yang melahirkan, merawat dan membesarkan anak Suputra
demi berlangsungnya keseimbangan jagat raya.
“Maka dari itu saya sangat berharap kepada pemuda pemudi yang hadir dalam
kegiatan yang berlangsung selama 3 hari, Senin, 24 Mei s.d Rabu, 26 Mei 2021
dapat menjadi generasi muda yang unggul dan maju serta memiliki keseimbangan
dan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual ” harap Ka.Kanwil Komang
Marheni saat mengakhiri sambutannya di kegiatan yang menggambil tema Melalui
Kegiatan Pembinaan Pra Nikah (Wiwaha) Kita Tingkatkan Moralitas Dan
Spiritualitas Remaja Sebagai Landasan Awal Sebelum Memasuki Jenjang Pernikahan
(Grhasta Asrama).