Humas Bali, Senin (14/3/22) Kantor Wilayah Kementerian Agama
Provinsi Bali melalui Bidang Urusan Agama Hindu menggelar kegiatan Orientasi
Pemangku Angkatan II Tahun 2022 di Hotel Nirmala Denpasar dengan penerapan
protokol kesehatan yang sangat ketat.
Kegiatan yang mengangkat tema “Orientasi Pemangku untuk
Meningkatkan Profesionalisme Pelayanan umat Hindu dalam Mewujudkan Moderasi
Beragama” digelar selama 3 (tiga) hari terhitung mulai hari ini, dan adapun
peserta dari kegiatan ini adalah para Pemangku yang berjumlah 40 (empat puluh)
orang yang mewakili kabupaten dan kota di Bali.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali,
Komang Sri Marheni yang didampingi oleh Plt Kepala Bidang Urusan Agama Hindu, I
Wayan Santa Adnyana, berkesempatan hadir untuk membuka secara resmi kegiatan
ini, serta mengucapkan rasa terima kasih serta apresiasi kepada segenap panitia
kegiatan Orientasi Pemangku Angakatan II Tahun 2022, karena telah mempersiapkan
segalanya dengan sangat baik, terutama pentingnya penerapan protokol kesehatan
dalam situasi pandemi saat ini.
Ka.Kanwil sangat berharap walau para Pemangku yang hadir
saat ini tidak sebanyak jumlah pemangku di Bali, dimana ada berbagai macam
Swadharma Kepemangkuan yaitu, Mangku Sad Kahyangan, Mangku Dang Kahyangan,
Mangku Tri Kahyangan dan yang lainnya. Namun nantinya para Pemangku yang hadir
dalam kegiatan ini dapat membagi ilmunya terhadap pemangku yang lain di
Kabupaten dan Kota masing-masing. Nantinya apa yang disampaikan oleh para
Narasumber dapat menjadi acuan untuk diterapkan oleh para Pemangku di Bali,
agar menjadi tata cara yang sama dalam memberikan pelayanan atau Swadharma
Pemangku di Bali. Ujar Ka.Kanwil.
Banyak cara-cara baru yang berkembang dalam melakukan upacara
yadnya di Bali, disinilah nanti peranan Pemangku bisa memberikan contoh, ilmu
serta informasi yang tepat kepada umat Hindu di Bali, dengan berbekal ilmu yang
telah didapatkan selama kegiatan ini. Kementerian Agama saat ini sangat getol
mengkampanyekan program unggulan yaitu Moderasi Beragama. “Program puniki
makacihne Sang Guru Wisesa nenten surut-surut ngerincikang lan nitenin Dharma
Agama lan Dharma Negara state ajeg tur kerta Jagadita”, ungkap Ka.Kanwil dengan
bahasa Bali yang memiliki arti : Program Moderasi Beragama adalah bukti
Pemerintah menjadikan Toleransi Beragama dan kerukunan antar umat Beragama menjadi
hal yang prioritas agar Negara ini kuat, bersatu didalam keragaman. Nantinya program
ini agar dapat juga di implementasikan oleh para Pemangku dalam memberikan Swadharma
kepada Umat Hindu di Bali.(tam)