Bidang PHU Bali : Sebagai puncak dalam pelayanan kepada jemaah haji reguler, para punggawa haji Bali diminta untuk tetap menjaga kualitas pelayanan dengan mengedepankan transparansi dalam layanan pemberangkatan jemaah.
Demikian pesan yang disampaikan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, H. Mahmudi, saat memberikan arahan pada kegiatan Rapat Koordinasi Pemberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji di Audit Corner PTSP, Rabu (14/05/2025). Hadir perwakilan dari Kankemenag Kabupaten/Kota serta Tim Kerja Pelayanan Haji Reguler.
Dalam arahan tersebut, H. Mahmudi, mencontohkan bahwa pada saat pemberangkatan, sangat mungkin terjadinya iuran diantara jemaah untuk beberapa keperluan perjalanan dan kelengkapan jemaah. ”Posisikan diri para punggawa haji sebagai pendamping jemaah, jangan jadi pengepul iuran. Biarkan jemaah yang negosiasi transportasi, mencari kelengkapan jemaah serta yang membayar segala kebutuhan mereka. Cukup jadi pendamping yang siap memberikan saran atau petunjuk,” tegas H. Mahmudi.
Dengan demikian, H. Mahmudi meyakini bahwa sikap transparansi akan dapat terbentuk di kalangan punggawa haji sebagai wakil pemerintah dalam penyelenggaraan haji. Secara hukum pun pihak punggawa haji juga akan terhindar dari pelanggaran hukum. ”Jangan sampai ikhtiar susah payah menyiapkan penyelenggaraan haji akan ternoda hanya gara-gara pemberangkatan,” tandasnya mengingatkan.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pelayanan Haji Reguler, H. Muhammad Nasihuddin, menyampaikan ada beberapa kesepakatan dalam rangka pelayanan pemberangkatan jemaah, diantaranya : pertama, adanya kedatangan bergelombang di pelabuhan Gilimanuk dan perlunya usaha untuk mendapatkan prioritas penyeberangan bagi armada jemaah. Kedua, perlu adanya komunikasi dengan pihak PPIH Embarkasi terkait potensi kedatangan di asrama haji yang lebih awal.
Ketiga, sistem pengelolaan petugas pengantar agar sesuai dengan SOP pengantaran jemaah yang telah ditetapkan oleh PPIH Embarkasi Surabaya, termasuk penyelesaian dokumen administrasi pengantaran. ”Insya Allah sudah kita sepakati beberapa poin, berharap semua jemaah sehat semua, dapat diberangkatkan tepat waktu dan tidak ada jemaah yang terkendala selama di asrama haji,” ujar Nasihuddin. (nas)