Jimbaran (Kemenag) - Menyongsong penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah menggelar kegiatan Pembekalan Tugas bagi Ketua Rombongan dan Ketua Regu di Hotel Royal Tulip, Jimbaran, Kamis (01/05/2025).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten seperti Direktur Bina Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H. Mustain Ahmad, perwakilan Majelis Ulama Indonesia, serta seorang praktisi sekaligus psikolog untuk memperkuat kesiapan mental dan spiritual para petugas dan jemaah.
Peserta kegiatan terdiri dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, PPIH Kloter, serta para Ketua Rombongan dan Ketua Regu Kloter SUB-71 dan SUB-72, serta pejabat dari PHU Kankemenag Kabupaten/Kota se-Bali.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marheni, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran para petugas haji, terutama Ketua Rombongan dan Ketua Regu. Ia mengawali sambutannya dengan ucapan selamat datang kepada Direktur Bina Haji dan seluruh peserta, sembari menjelaskan bahwa lokasi pelatihan dipilih jauh dari pusat keramaian agar peserta lebih fokus dan tidak mudah tergoda untuk meninggalkan kegiatan.
Lebih lanjut, Marheni mengingatkan bahwa penyelenggaraan haji merupakan cerminan kualitas layanan Kementerian Agama secara keseluruhan. Oleh karena itu, perhatian maksimal dari setiap pemangku kepentingan, mulai dari pusat hingga daerah, menjadi keniscayaan. Ia menyebutkan bahwa Menteri Agama selalu memberikan perhatian penuh terhadap penyelenggaraan ibadah haji karena reputasi institusi juga dipertaruhkan di dalamnya.
Ia juga menyampaikan perkembangan kesiapan haji di Provinsi Bali, dari kuota 698 jemaah, sebanyak 777 orang telah melunasi biaya haji (111,32%), dan 782 jemaah telah terverifikasi dokumen (112,03%). Dengan demikian, Bali memiliki cadangan jemaah sebanyak 79 orang. Selain itu, seluruh visa jemaah telah terbit per 30 April 2025, dan koper dari maskapai Saudia telah diterima jemaah. Kegiatan manasik juga telah terlaksana di seluruh kabupaten/kota, menyisakan satu kecamatan yang masih dalam proses.
"Pada prinsipnya, seluruh aspek persiapan jemaah Bali sudah terpenuhi. Tinggal memantapkan hati dan mental jemaah agar siap menjalankan rukun Islam kelima," ujar Marheni seperti yang disampaikan dalam sambutannya.
Ia mengapresiasi kegiatan pembekalan ini yang diharapkan menjadi ajang transfer pengetahuan, komunikasi, dan konsolidasi antara petugas dan jemaah. Marheni juga menegaskan bahwa tugas petugas haji bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari ibadah dan ladang amal kebaikan yang akan selalu dikenang oleh jemaah.
Secara khusus, ia berpesan kepada Ketua Regu dan Ketua Rombongan agar tidak memandang amanah ini sebagai beban. Sebaliknya, tugas ini justru menjadi kesempatan untuk meraih tambahan pahala dengan membantu sesama jemaah dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.
"Berbeda dengan jemaah biasa yang hanya beribadah untuk dirinya sendiri, Karu dan Karom memiliki peluang untuk berbuat baik kepada orang lain. Kebaikan yang dilakukan untuk sesama jemaah akan kembali menjadi amal bagi diri sendiri," ungkapnya.
Ia menutup sambutan dengan menyampaikan harapan agar seluruh petugas terus menjaga stamina, tidak mudah mengeluh, dan terus mengasah kompetensi. Ia juga mendoakan agar seluruh proses ibadah haji berjalan lancar dan seluruh petugas serta jemaah diberikan kesehatan serta kemudahan dalam menjalankan amanah.(sn)
Kontributor: Bidang PHU