(Bidang Pendidikan Islam) Setelah sebelumnya melakukan perjalan jauh di Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Buleleng, Senin (21/11) Rombongan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali dengan jajaran Pendidikan Islam kembali melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Pendidikan Islam di wilayah Kabupaten Karangasem. Kegiatan monitoring ini selain melakukan evaluasi terhadap Sarana dan Prasarana Madrasah yang telah direalisasikan pada DIPA 2016 juga sekaligus dirangkai dengan Pembinaan Guru dan Pegawai yang ada di Kabupaten Karangsem.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Bali Bapak I Nyoman Lastra, S.Pd.,M.Ag dalam arahannya menyampaikan tentang pentingnya peran pendidikan Madrasah dalam kehidupan bangsa yang saat ini mengalami kemerosatan moral. Kepala, Guru dan Pegawai Madrasah memiliki tanggungjawab penuh dalam peningkatan mutu dan daya saing Madrasah sehingga Kepala, Guru dan Pegawai harus selalu meng-update ilmu-ilmunya agar tidak tertinggal dengan kemajuan jaman serta Madrasah harus memiliki Daya saing SDM dan harus mampu menjawab tantangan masa depan. Dipenghujung sambutannya beliau mengatakan pegawai kementerian Agama harus banyak bersyukur, hal ini karena pegawai kementerian agama merupakan orang-orang pilihan karena memiliki dua tugas utama dalam pelayanannya kepada masyarakat, yaitu pelayanan dalam pendidikan dan juga sekaligus memberikan pelayanan dalam keagamaan sehingga tugas pegawai kementerian agama tidaklah mudah, oleh sebab itu beliau menghimbau kepada Kepala, Guru dan Pegawainya untuk meningkatkan kualitas tatakelola dengan berpedoman pada 5 nilai Budaya Kerja Kementrian Agama yaitu Integritas, profesionalitas, Inovasi, tanggungjawab dan keteladanan.
Sedangkan Kepala Bidang Pendidikan Islam Bapak Dr, H. Arjiman, M.Pd dalam mengawali sambutannya mengatakan Bapak Kakanwil dan Jajaran Pendidikan Islam melakukan monitoring dan evaluasi program pendidikan Islam untuk melaksanakan tugas dan fungsi Manajemen Pendidikan Islam yaitu fungsi Controling yang mana fungsi ini untuk melihat secara langsung realisasi pengadaan sarana dan prasarana program pendidikan Islam tahun anggaran 2016. Selain itu beliau juga menegaskan kembali penerapan budaya kerja dan tatakelola yang bersih dan transparan, Serapan anggaran yang optimal, Tuntasnya Pelaporan Keuangan dan Opini Laporan Keuangan yang Wajar Tanpa Pengecualian dapat diraih ditahun 2016 ini. (hesa)