(Humas Bali) Ibadah puasa tidak mengurangi semangat para Jemaah Haji Kota Denpasar untuk melakukan silaturahmi yang dikemas dalam kegiatan “Manasik On The Road, sebuah program unggulan Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali yang dicanangkan pada akhir 2019 lalu. Minggu (26/03/2023) durasi waktu pukul 07.00 hingga 08.30 Wita tidak kurang 75 Jemaah Haji antusias mengikuti kegiatan yang digelar disisi utara monument Bajra Sandhi Lapangan Puputan Niti Mandala Renon Denpasar. Kegiatan Manasik Mandiri bagi Jemaah Haji tahun 1444 / 2023 ini rutin digelar oleh PHU Kemenag Kota Denpasar dua pekan sekali mulai Nopember 2022 lalu.
Kegiatan diawali dengan praktek kebugaran jemaah haji metode Rockport, yakni berjalan cepat sejauh 1,6 km dengan menggunakan aplikasi Sipgar. Didahului dengan latihan pemanasan yang dipimpin langsung oleh Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Denpasar, H. Suraji, jemaah kemudian melakukan jalan cepat atau sesuai keampuan sejauh yang telah ditentukan.
Yang berbeda dari biasanya kegiatan kali ini turut hadir jemaah kategori lansia bahkan harus dipapah keluarganya. Hadir juga beberapa orang Jemaah Cadangan yang data resminya telah dirilis Kemenag beberapa hari lalu.
Pada akhir sesi PHU Denpasar menyampaikan beberapa poin-poin penting diantaranya bahwa Jemaah Cadangan juga berpeluang untuk berangkat jika jemaah urut porsi ada yang gagal atau menunda keberangkatan. Jemaah Cadangan juga harus siap untuk melengkapi dokumen paspor, pemeriksaan kesehatan, bersedia menandatangani surat pernyataan dan siap melakukan pelunasan.
Terkait perekaman biometrik pada aplikasi Saudi Visa Bio, alhamdulillah sekitar 50 persen dari total jemaah 256 orang telah berhasil melakukan penginputan baik secara mandiri maupun datang langsung ke Kantor Kemenag Denpasar. “Yang belum berhasil penginputan secara mandiri silakan datang ke kantor akan dibantu teman-teman PHU Denpasar. Bahkan bagi para lansia yang kesulitan hadir ke kantor nanti kami datangi ke rumah untuk perekaman ini”, Ujar Suraji.
Sebagaimana diketahui tahun ini untuk mempercepat layanan keimigrasian di bandara kedatangan jemaah haji Indonesia di Jeddah maupun di Madinah, Kedutaan Besar Arab Saudi mewajibkan Jemaah Haji melakukan perekaman biometrik sebagai persyaratan pengajuan Visa. Perekaman biometrik berdasarkan fisiologis ini meliputi: identifikasi dari sidik jari, bentuk tangan, bentuk jari, mata (iris dan retina) dan bentuk wajah. (Rj)