Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Masjid Al-Huda, Tabanan, Peraih Rekor MURI yang Jadi Tempat Mampir Wisatawan

Tabanan, bimasislam—  Sebuah Masjid berukuran besar akan mencuri perhatian saat Anda melintas di Jalan Provinsi Denpasar-Gilimanuk, Provinsi Bali. Masjid ini bernama Masjid Besar al-Huda,  yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Tabanan, Bali. Berkat lokasinya yang strategis, masjid ini menjadi tempat persinggahan sejumlah wisatawan Muslim yang melintas untuk melaksanakan ibadah Shalat.
 
Yang unik, masjid dengan kapasitas 2000 jamaah ini pernah meraih rekor MURI untuk kategori “Sunatan Massal Single Operator” pada tahun 2010 lalu. Saat itu, dr.Prabowo melaksanakan sunatan massal selama 40 jam nonstop bagi 187 anak-anak baik Muslim maupun non Muslim. Capaian tersebut mengalahkan rekor sebelumnya yang diraih saat khitanan massal bagi korban gempa di Yogyakarta yang diikuti oleh 121 anak.
 
Sejarah Masjid al-Huda sendiri dimulai sebelum kemerdekaan saat Ketua Adat I Made Janto bersama dengan AA.Taman dan Haji Usman menyarankan warga Muslim untuk membeli sebidang tanah untuk tempat ibadah di Kampung Taman Surodadi yang juga dikenal dengan sebutan Kampung Jawa Kediri. Saat itu, warga Muslim di kampung tersebut baru sejumlah 11 keluarga.
 
Pada awal dibangun tahun 1942, Masjid Al-Huda sebetulnya merupakan Mushalla dengan ukuran 5 x 6 meter dengan serambi selebar dua meter. Perubahan status menjadi Masjid baru dilaksanakan pada tahun 1961 yang diikuti dengan perluasan bangunan menjadi 6 x 12 meter. Tahun 1976 bangunan masjid diperluas kembali menjadi 14,5 x 12 meter.
 
Awalnya, Masjid Al-Huda dikelola secara tradisional, dimana masjid hanya digunakan untuk shalat, mengaji, serta musyawarah tokoh-tokoh dan sesepuh kampung. Selayaknya pengelolaan masjid yang tradisional, kepengurusan masjid pun berlaku hingga yang bersangkutan meninggal dunia.
 
Namun dalam perkembangannya, jumlah jamaah yang datang ke masjid semakin banyak akibat bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya sektor pariwisata di Bali yang menyebabkan sejumlah wisatawan singgah untuk beribadah.  
 
Kini, Masjid al-Huda Tabanan berdiri dengan megah di jalan protokol dengan luas 22,5 x 22,5 meter. Anggaran renovasi masjid tersebut pada tahun 2009 mencapai lebih dari Rp 4 miliar. Masjid ini juga dilengkapi dengan menara yang berdiri menjulang.
 
Sistem pengelolaan masjid pun dibuat lebih modern dan dikelola dalam bentuk badan hukum bernama Yayasan Masjid Besar Al-Huda. Saat ini, Masjid tiga lantai tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern seperti perpustakaan, ruang kantor, halaman parkir, tempat wudhu’ pria dan wanita, kamar mandi dan WC, loker/tempat penitipan sandal dan sepatu, CCTV, sound system, penyejuk udara kipas angin dan AC, pembangkit listrik/genset, perangkat multimedia laptop dan LCD Proyektor, Ruang Remaja Masjid, serta Gudang.
 
Jika Anda melintas di jalan protokol Denpasar-Gilimanuk, Masjid Al-Huda dapat Anda temukan sekitar 200 meter sebelah timur dari perempatan lampu merah Kediri, Tabanan.
 
(Sigit-Vikry/bimasislam)

Berita Berikutnya
LASQI Provinsi Bali Gelar Festival Qasidah Rebana Klasik dan Bintang Vokalis

Rekomendasi:

Berita Terbaru: