Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Membuka Sosialisasi AKSI/AKMI, KaKanwil Komang Sri Marheni Berharap Pendidikan Islam di Bali Semakin Berkualitas

(Humas Bali) Menilai keberhasilan sebuah proses yang telah dilakukan dapat melalui proses asesment. Demikian juga dalam dunia pendidikan, mengukur keberhasilan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan baik pun perlu dilakukan sebuah asesment. Untuk itu Rabu, 27 Juli 2022 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menggelar kegiatan Sosialisasi Assesment Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) atau Assesment Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI).

Bertempat di Wyndham Tamansari Jivva Resort Pantai Lepang, Kabupaten Klungkung kegiatan ini dilakukan dalam rangka implementsi proyek Realizing Education’s Promise: Support to Indonesia’s Ministry of religious Affairs for Improved Quality of Education (Madrasah Education Quality Feform) REP-MEQR Tahun Anggaran 2022.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi kebijakan AKSI/AKMI, mensosialisasikan aplikasi yang digunakan dalam AKSI/AKMI, melakukan pendataan emis untuk AKSI/AKMI, dan merancang strategi implementasi dan mitigasi AKSI/AKMI.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni dalam sambutannya menyampaikan bahwa Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) merupakan proses asesmen yang dilakukan pada siswa madrasah sebagai metode penilaian yang komprehensif untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan siswa pada literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya termasuk survei karakter. 

“Hasil dari asesmen ini dapat digunakan oleh guru dan madrasah kita untuk memperbaiki layanan pendidikan yang dibutuhkan siswa sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran.” Ucap Ka Kanwil.

AKMI menjadi alat diagnosis siswa yang menjadi pilar penting keberadaan mutu madrasah maka kegiatan ini perlu didukung oleh Kemenag Kabupaten/Kota melalui Kasi Pendis Kabupaten /Kota. 

AKMI sebagai media mengembangkan model pembelajaran berbasis nalar kritis, bukan hanya aspek kognitif tetapi juga aspek sikap melalui literasi sosial dan budaya yang dapat mendiagnosis indeks moderasi siswa didalam lingkungannya. Hal ini  sejalan dengan kebijakan Menteri Agama akan pentingnya moderasi beragama ditengah keragaman pandangan agama didalam masyarakat Indonesia.

“Semoga melalui pelaksanaan AKMI Tahun 2022 dapat memberikan hasil diagnosa yang baik sehingga kedepannya Pendidikan Islam di Bali menjadi semakin berkualitas.” Ucap Marheni.(sn)

Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
TRADISI MEDALI PADA KSM (1 EMAS DAN 2 PERUNGGU)
Berita Berikutnya
KSM Tahun 2022 Tingkat Kabupaten/Kota Provinsi Bali Resmi Diselenggarakan

Rekomendasi:

Berita Terbaru: