Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Menag Yaqut Hadiri 3 Momen Besar Dalam Pembukaan UDG Tingkat Nasional XV Tahun 2024

Surakarta (Kemenag) - Perhelatan Utsawa Dharmagita (UDG) Tingkat Nasional XV Tahun 2024 yang bertajuk "Dharmagita dari Paramaçastra menuju Paramatattva" atau "Dari Seni Sastra Menuju Kebenaran Substantif" secara resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, H. Yaqut Cholil Qoumas yang dipusatkan di Pura Mangkunegaran Surakarta, Jawa Tengah pada Selasa malam, (9/7/2024).

Sebanyak 1.324 peserta dan 237 official dari 35 Provinsi turut berpartisipasi memeriahkan perhelatan akbar yang dilaksanakan sekali dalam 3 (tiga) tahun yang digelar oleh Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran kitab suci Weda beserta sastra Hindu dalam upaya memperkokoh karakter bangsa.  Oleh karenanya momen ini harus dimaknai sebagai tonggak baru menuju sumber daya manusia Hindu yang unggul.

Dalam sambutannya Menag Yaqut menyampaikan bahwa tema yang diusung memiliki makna yang sangat mendalam dan relevan dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menag Yaqut mengungkapkan bahwa sastra suci dan ajaran keagamaan Hindu memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan moral generasi penerus bangsa melalui empat aspek, yaitu Wiraga (olah tubuh), Wirama (olah irama atau instrumental), Wirasa (olah perasaan), dan Wibawa (olah pikiran).

"Keempat hal tersebut bertujuan membentuk sumber daya manusia yang unggul dalam aspek fisik, perasaan, estetika, dan kecerdasan. UDG sebagai ajang seni sastra dan musik keagamaan memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk kepribadian yang kuat dan berkarakter," ungkap Gus Men, sapaan akrabnya.

Dalam momentum yang sama, Menag Yaqut juga meresmikan perubahan alih status STHD Klaten menjadi STAHN Jawa Dwipa dan meluncurkan Kitab Suci Agama Hindu Ramah Disabilitas.

Pembukaan UDG Nasional XV Tahun 2024 yang dibalut dengan momentum tersebut dihadiri oleh sejumlah Menteri pada Kabinet Indonesia Maju beserta Koordinator Staf Khusus Presiden. Kemudian Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro X, Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Deddy Suryadi, Pj Gubernur Jateng Komjen Pol (Purn)  Nana Sudjana, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Agama, serta Kepala Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marheni bersama Plt. Kepala Bidang Urusan Agama Hindu I Wayan Winaja dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Bali, turut menghadiri pembukaan ini dan sekaligus memberikan semangat kepada kontingen Provinsi Bali dalam ajang ini yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 12 Juli 2024.

Perubahan alih status STHD Klaten menjadi STAHN Jawa Dwipa berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Republik Indonesia Nomor  6  Tahun 2024  tentang Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri  Jawa Dwipa Klaten Jawa Tengah pada tanggal 13 Mei 2024 serta diundangkan pada tangal 16 Mei 2024.

PMA tersebut akan menjadi momentum bersejarah bagi umat Hindu Nusantara khususnya di pulau Jawa sebab STAHN Jawa Dwipa akan menjadi satu-satunya perguruan tinggi negeri berbasis keagamaan Hindu di Pulau Jawa setelah berproses kurang lebih selama 12 tahun.

Gus Men berharap STAHN Jawa Dwipa mampu menjadi center of excellence atau pusat keunggulan dalam pendidikan agama Hindu terutama di Pulau Jawa, melahirkan generasi muda Hindu yang tidak hanya unggul dalam bidang akademis tetapi juga memiliki integritas, memiliki moralitas dan sekaligus spiritualitas yang kuat.

Lebih lanjut Menag menenkankan bangsa Indonesia memiliki keragaman budaya dan agama, Indonesia telah lama dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, kemanusiaan dan sekaligus inklusivitas.

“Salah satu wujud dari komitmen ini adalah memberikan perhatian khusus kepada saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan. Inisiatif untuk menghadirkan Kitab Suci Agama Hindu dalam format yang ramah bagi penyandang disabilitas adalah sebuah langkah yang sangat mulia. Oleh karena itu, akses yang setara terhadap Kitab Suci adalah hak dasar yang harus dipenuhi” ucap Menag Yaqut.

Sementara itu Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang telah memberi perhatian khusus kepada lembaga pendidikan Hindu di Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya (SDM).

I Nengah Duija melaporkan bahwa UDG tahun ini mempertandingkan sebanyak 17 cabang lomba. Setiap cabang dipantau oleh dewan juri profesional, terdiri dari para praktisi yang telah melewati seleksi ketat dan dinyatakan layak.

“Sesuai arahan bapak Menteri Agama, pada tahun 2024 ini, Ditjen Bimas Hindu membuat Kitab Suci bagi penyandang disabilitas sebanyak 242 set dengan rincian dalam bentuk braille sebanyak 82 set, audio book 80 set, dan dalam bentuk bahasa isyarat sebanyak 80 set,” tandas I Nengah Duija.(ca)

Berita Sebelumnya
Monitoring Penggunaan Dana Bantuan pada Kelompok Dagang Sarana Upacara Keagamaan Dewi Harum Sari Kabupaten Buleleng
Berita Berikutnya
Piodalan di Pura Dharma Bakti, Yadnya Suci untuk Meningkatkan Sradha dan Bhakti

Rekomendasi:

Berita Terbaru: