Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali melaksanakan Kegiatan Orientasi Pemangku di awal bulan Maret tahun 2020. Kegiatan Orientasi Pemangku ini berlangsung selama 4 (empat) hari yang dimulai dari hari Selasa, 3 Maret 2020 dan berakhir pada hari Jumat, 6 Maret 2020 di Nirmala Hotel & Convention Centre. Kegiatan Orientasi Pemangku diikuti oleh 100 (seratus) Pemangku yang merupakan perwakilan dari masing-masing kabupaten/kota se-Bali.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali yang diwakili oleh Kepala Bidang Urusan Agama Hindu (Drs. I Dewa Made Nida Udyana, M.Pd.H) didampingi oleh seluruh Kepala Seksi pada Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali membuka secara resmi Kegiatan Orientasi Pemangku pada hari Selasa, 3 Maret 2020 pukul 16.00 Wita. Dalam acara pembukaan tersebut, Beliau menyatakan bahwa melalui Kegiatan Orientasi Pemangku ini Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali berusaha untuk mewujudkan Pemangku yang berwawasan dan profesional. Pemangku dan Sarati Banten memegang peranan yang sangat penting dalam sebuah upacara keagamaan bagi umat Hindu. Pemangku dan Sarati Banten sejatinya adalah guru bagi umat Hindu karena melalui mereka, umat Hindu dapat belajar memahami dan memperdalam pengetahuan tentang ajaran agama khususnya mengenai praktek upakara dan upacara keagamaan. Untuk itu peningkatan pengetahuan bagi Pemangku melalui Kegiatan Orientasi Pemangku ini sangatlah penting karena semakin cerdas seorang Pemangku maka akan semakin berguna bagi Umat Hindu dan juga orang-orang yang ada di sekitarnya.
Narasumber yang dihadirkan dalam Kegiatan Orientasi Pemangku adalah sebanyak 8 (delapan) orang narasumber. Narasumber tersebut memberikan materi yang bersifat teori dan praktek secara seimbang. Beberapa materi yang disampaikan antara lain Sesananing Pemangku; Nilai-Nilai Tattwa, Susila dalam Implementasi Panca Yadnya; Agem-Ageman Pemangku; Pelayanan Prima dalam Konsep Agama Hindu; Ala Ayuning Dewasa Ngemargiang Panca Yadnya; Praktek Upacara Nganteb Piodalan Alit; Hak dan Kewajiban Pemangku. Pemangku yang menjadi peserta dalam kegiatan orientasi ini banyak mengajukan pertanyaan kepada narasumber berkenaan dengan pelaksanaan tugas-tugas Pemangku dalam keseharian dan pada saat pelaksanaan upacara keagamaan.
Semoga melalui Kegiatan Orientasi Pemangku ini semakin banyak Pemangku yang terbina serta memiliki pedoman yang jelas dalam melaksanakan tugas sebagai seorang Pemangku. Seluruh Pemangku berharap kegiatan orientasi atau pembinaan semacam ini dapat terus terlaksana di tahun-tahun berikutnya mengingat masih begitu banyaknya jumlah Pemangku yang ada di Propinsi Bali.