Bimbingan
Masyarakat Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melaksanakan
kegiatan Pembinaan Bimbingan Keluarga Katolik Angkatan II. Kegiatan ini dibuka
oleh Bapak Lodovikus Lena selaku Pembimas Katolik Bali, yang mewakili Bapak
Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Bertempat di Hotel Jimbarwana, Negara,
Pembinaan Bimbingan Keluarga Katolik dilaksanakan selama dua hari, yakni pada
Sabtu (7/9) hingga Minggu (8/9). Pembinaan Keluarga Katolik merupakan salah
satu program Bimas Katolik Kementerian Agama Provinsi Bali dalam rangka
meningkatkan kualitas keluarga Katolik. Kegiatan ini dihadiri oleh 25 pasang
suami-istri yang berasal dari beberapa Paroki di Dekenat Bali Barat, seperti
Paroki St. Petrus Negara, Paroki Hati Kudus Yesus Palasari dan Paroki Santa
Maria Ratu Gumbrih. Kegiatan bertajuk “Membangun Keluarga yang Harmonis dan
Bahagia” dilaksanakan untuk meningkatkan ketangguhan iman Katolik, menambah
nutrisi cinta bagi para pasutri dan menyadarkan pentingnya keluarga sebagai Ecclesia Domestica yang berarti keluarga
sebagai pusat iman yang hidup. Yulianus Gale dalam Laporan Ketua Panitia
mengungkapkan bahwa dewasa ini, kehidupan perkawinan keluarga Katolik mengalami
berbagai macam tantangan seperti perceraian, kekerasan dalam rumah tangga,
hedonisme, individualisme dan hidup satu atap tanpa ikatan perkawinan yang sejatinya
mendegradasi sakralitas perkawinan. Atas keprihatinan tersebut, pembinaan
terhadap keluarga Katolik merupakan hal yang penting untuk dilaksanakan, mengingat
keluarga merupakan tempat pertama seseorang belajar dan memaknai kehidupan.
Keluarga merupakan sekolah kemanusiaan, juga tempat pertama iman ditumbuhkan.
Kegiatan ini menghadirkan
empat orang narasumber yang terdiri dari satu narasumber dari Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Bali yakni Bapak Lodovikus Lena selaku Pembimas
Katolik Bali, dan tiga orang narasumber dari Keuskupan Denpasar, yakni RD
Emanuel Ano, RD Flavianus Endi dan RD Adianto Harun. Bapak Lodovikus Lena selaku
pemateri pertama menegaskan bahwa keluarga adalah wadah pembentukan spiritual,
moral dan pendidikan karakter bagi setiap insan. Keluarga Katolik yang harmonis
dan bahagia, sejatinya harus bisa memenuhi kebutuhan asah, asih dan asuh.
RD Emanuel Ano dalam
kesempatannya mengatakan bahwa keluarga adalah perayaan cinta, dan keluarga Katolik
haruslah menjalani serta memperjuangkan Perkawinan Sakramentil yang berarti
hidup perkawinan yang saling menyucikan. Perkawinan Sakramentil diwujudkan
dengan merawat dan memelihara cinta dalam keluarga yang terwujud dari ketaatan,
kesetiaan dan pengampunan. Senada dengan hal tersebut, RD Flavianus Endi yang
membawakan materi dengan tajuk “Komunikasi Kasih demi Kebahagiaan Keluarga”
menekankan bahwa keluarga adalah tempat untuk memiliki, menghidupi dan
merayakan kebahagiaan. Keluarga Katolik harus menyalakan cinta dalam kehidupan
dengan selalu berkorban dan berjuang. Relasi, komunikasi dan dialog merupakan
hal krusial yang menjadi proyek seumur hidup bagi setiap keluarga. Selanjutnya,
RD Adianto Harun sebagai pemateri keempat menyampaikan bahwa keluarga adalah
jalan kekudusan. Keluarga Katolik haruslah menjadi tempat untuk saling
menyucikan, tempat pengampunan, ketulusan dan kesabaran dalam mengarungi
bahtera rumah tangga. (*vp- Bimas Katolik)