Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Orientasi Desa Pakraman Tahun 2018

(Ura Hindu) Denpasar, 16 Mei 2018

Desa Pakraman adalah kesatuan masyarakat hukum adat di Propinsi Bali yang mempunyai satu-kesatuan tradisi dan tata krama pergaulan hidup masyarakat Umat Hindu secara turun-temurun dalam ikatan Kahyangan Tiga yang mempunyai wilayah tertentu dan harta kekayaan sendiri serta berhak mengurus rumah tangga sendiri. Sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana, melalui awig-awig Desa Pakraman dapat diketahui bahwa Desa Pakraman mengatur tiga hal pokok, yaitu Sukerta Tata Agama artinya menata tertib hidup beragama, Sukerta Tata Pawongan artinya menata hubungan harmonis antar krama (manusia) dan Sukerta Tata Palemahan artinya menata wilayah desa agar tercipta lingkungan yang seimbang. Konsep ideal ini dalam kenyataannya atau dalam prakteknya, ternyata tidak mudah diwujudkan. Masih banyak muncul konflik dalam masyarakat seperti misalnya bentrokan antar banjar, perebutan setra dan konflik-konflik lainnya yang sangat beragam yang mengindikasikan bahwa Desa Pakraman di Bali harus mengadakan evaluasi, pembelajaran dan pendewasaan diri. Ditambah dengan masuknya faktor-faktor eksternal seiring dengan menguatnya pengaruh globalisasi dan modernisasi, hal ini tentu akan menjadi tantangan yang semakin berat untuk ke depannya.


Desa pakraman sebagai pengawal adat, budaya dan Agama Hindu harus diberdayakan keberadaannya agar dapat menjawab tantangan ini. Oleh karena itu, Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali melaksanakan kegiatan Orientasi Desa Pakraman yang dimulai dari tanggal 15 sampai dengan 18 Mei 2018 bertempat di Aula Hotel Nirmala yang beralamat di Jalan Mahendradatta Nomor 81 Kota Denpasar. Peserta yang diundang untuk mengikuti kegiatan ini berjumlah 100 orang yang merupakan Bendesa Adat, Ketua LPD, Pecalang, Kelian Desa Adat, Sekaa Teruna dan Sekaa Santi sebagai perwakilan dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan Orientasi Desa Pakraman adalah untuk menguatkan eksistensi serta meningkatkan profesionalisme kualitas sumber daya manusia dalam menjalankan tugas sebagai seorang Bendesa Adat. 


Kegiatan Orientasi Desa Pakraman dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali yang diwakili oleh Kepala Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali (I Made Jendra, S.Pd, M.Si). Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta karena di tengah kesibukan dalam mengurus desa pakraman masing-masing, seluruh peserta sudah dapat hadir dan meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan Orientasi Desa Pakraman ini. Beliau menyatakan bahwa apabila kita berbicara mengenai ajeg Bali maka kekuatannya tentu terletak pada Desa Pakraman. Beliau berharap seluruh lembaga terutama Bendesa Adat dapat secara berkesinambungan meningkatkan wawasan dan pengetahuan untuk dapat mengelola desa pakraman dengan baik. Mengingat ada begitu banyak godaan dan juga kritisi yang datang dari pihak internal maupun eksternal yang ditujukan pada berbagai aspek yang ada di Pulau Bali seiring dengan adanya pemikiran-pemikiran yang sifatnya modernisasi, efektivitas maupun efisiensi. Untuk itu Beliau mengajak seluruh peserta dan seluruh umat beragama untuk terus memperdalam pengetahuan tentang ajaran agama dan secara bersama-sama menepis isu-isu negatif yang berkembang dalam masyarakat. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk membangun desa pakraman, berkontribusi terhadap pembangunan Bali serta sebisa mungkin menghindari terjadinya konflik antar desa pakraman dengan cara meningkatkan komunikasi yang baik antar desa pakraman. Secara khusus, Beliau berharap dalam sesi diskusi nantinya peserta dapat mengungkapkan masalah-masalah yang pernah muncul di desa pakraman masing-masing sehingga hal tersebut ditanggapi oleh narasumber yang kemudian dicari bersama-sama solusi terbaiknya sehingga dapat digunakan oleh seluruh peserta bila di desa pakramannya muncul masalah yang hampir sama.


Kegiatan orientasi ini menghadirkan 8 orang narasumber yang berasal dari kalangan praktisi/akademis/dosen, tokoh dan pengamat keagamaan serta birokrasi yang ada di Bali, yaitu I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag dengan materi Kebijakan Kementerian Agama dalam Mewujudkan Dharmaning Agama dan Dharmaning Negara; Prof. DR. I Wayan Suarjaya, M.Si dengan materi Peranan MUDP dalam Meminimalisir Kasus Kasepekang, Masalah dan Solusinya; DR. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si dengan materi Indahnya Hidup Rukun dalam Konsep Hindu; Prof. DR. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si dengan materi Awig-Awig dan Pemahamannya dalam Mewujudkan Sukertaning Tri Hita Karana; Dr. Drs. I Nyoman Raka, M.Pd dengan materi Peran dan Fungsi Desa Pakraman sebagai Transformasi Ajaran Agama Hindu; Prof. DR. Wayan P. Windia, S.H, M.Si dengan materi Desa Pakraman sebagai Benteng Kebertahanan Adat Budaya Agama Hindu; I Made Jendra, S.Pd, M.Si dengan materi Peran dan Fungsi Pasraman dalam Membangun Sumber Daya Manusia Umat Hindu; dan Drs. I Wayan Santa Adnyana, M.Ag dengan materi Manajemen Pengelolaan Aset Desa Pakraman. 


Mengingat begitu banyaknya jumlah Desa Pakraman yang ada di Bali, peserta kegiatan orientasi kali ini berharap agar kegiatan ini tetap dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya agar dapat menyentuh seluruh desa pakraman yang ada di Bali. (ts)


Berita Sebelumnya
Suka Duka Dharma Bhakti Kanwil Kementerian Agama Propinsi Bali Melaksanakan Persembahyangan Bersama Tilem Karo
Berita Berikutnya
Wujudkan Bentuk Syukur Kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan Cara Bekerja dengan Baik

Rekomendasi:

Berita Terbaru: