(Ura Hindu) Denpasar, 22 Agustus 2017
I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali sekaligus pimpinan Suka Duka Dharma Bhakti bersama karyawan-karyawati Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali yang tergabung sebagai anggota Suka Duka melaksanakan persembahyangan bersama pada Tilem Karo yang jatuh pada hari Selasa, 22 Agustus 2017. Pelaksanaan persembahyangan bersama yang digerakkan oleh Bidang Urusan Agama Hindu ini dimulai pada pukul 08.00 Wita, diawali dengan Puja Tri Sandhya. Persembahyangan dilanjutkan dengan Kramaning Sembah yang dipimpin oleh Pemangku yang ngayah di Pura Dharma Bhakti Kanwil Kementerian Agama Propinsi Bali. Proses persembahyangan berjalan dengan lancar dan berakhir pada pukul 09.00 Wita
Selanjutnya pengenter acara memberikan kesempatan kepada Kepala Bidang Urusan Agama Hindu (I Made Jendra, S.Pd, M.Si) untuk menyampaikan Dharma Wacana dimana topik yang diangkat oleh Beliau dalam Dharma Wacana kali ini yaitu ‘Yadnya’. Beliau menyampaikan bahwa mengamalkan ajaran agama dengan melaksanakan persembahyangan atau dengan ngaturang banten (Bhakti Marga) merupakan salah satu bagian dari ajaran Catur Marga. Masih ada Karma Marga, Jnana Marga ataupun Yoga Marga. Karena keadaan dan kemampuan lahir batin umat Hindu tidak sama maka Kitab Suci Weda menjabarkan ajaran Catur Marga agar semua umat Hindu dapat menjalankan ajaran agama sesuai dengan kemampuannya. Beliau mengangkat topik Yadnya karena pada saat yang bersamaan Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali melaksanakan Pecaruan. Lebih lanjut Beliau menyampaikan bahwa upacara Pecaruan dilaksanakan adalah untuk menyucikan, membersihkan atau menetralisir alam lingkungan. Upacara Yadnya apapun itu bentuknya harus dilaksanakan dengan hati yang suci dan rasa tulus ikhlas, termasuk tidak boleh menghitung untung rugi secara materi. Ngemargiang Yadnya mangda satwika, Beliau juga berpesan, seorang Sarati Banten harus tahu mana bagian hulu, mana bagian tengah dan juga bagian teben. Ketiga bagian ini sebaiknya memiliki porsi yang seimbang.
Persembahyangan secara rutin ini, selain mampu meningkatkan Sradha dan Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, diharapkan dapat membantu pembentukan karakter yang baik terhadap karyawan/karyawati pada saat bekerja.. (ts)