Denpasar (Kemenag) - Info duka kembali datang dari Arab Saudi. Seorang jemaah kloter SUB-72 asal Kabupaten Badung Provinsi Bali, H. Deden Anda Kusmana, dikabarkan meninggal dunia pada Jumat, 6 Juni 2025 sekitar pukul 03.08 WAS (Waktu Arab Saudi).
Dengan demikian, sudah 2 (dua) jemaah haji asal Provinsi Bali yang wafat di Arab Saudi. Sebelumnya jemaah atas nama Mahriya Mursit wafat pada Jumat 31-5-2025 lalu juga di Kota Makkah.
Almarhum H. Deden wafat selepas menunaikan wukuf di Arofah, melewati Muzdalifah dan telah sampai di Mina untuk mabit dan melontar jumrah. "Almarhum telah dibawa ke rumah sakit arab Saudi (RS Mina Wadi-red) untuk proses pemeriksaan," ujar H. Agus Anurahman, Pembimbing Ibadah Kloter SUB-72.
Jemaah yang beralamat di Jalan Nusantara Tuban Kuta itu sejatinya mengikuti prosesi murur, hanya melintas di Muzdalifah untuk langsung menuju Mina. "Sepertinya ada miskomunikasi diantara syarikah yang menyebabkan banyak jemaah yang kelelahan sampai di Mina, termasuk almarhum," jelas H. Agus.
Dalam penjelasannya, H. Agus menceritakan bahwa jemaah yang murur sejatinya diagendakan didorong dari Arofah menuju Muzdalifah plus Mina pada pukul 22.00 WAS, setelah pendorongan jemaah non-murur pada pukul 19.00 WAS. Namun realitanya, info terbaru, justru jemaah murur yang akan didorong lebih awal pada pukul 19.00 WAS sehingga jemaah murur sudah mulai bersiap-siap pada pukul 18.00 WAS.
"Tapi sayangnya jemaah yang murur ternyata belum diijinkan ke mina sehingga terpaksa mereka diturunkan di Muzdalifah, bercampur dengan jemaah non-murur. Di sisi lain, jemaah murur yang masih di Arofah, juga tidak bisa diberangkatkan sehingga banyak diantara mereka yang sudah berdiri menunggu dari pukul 18.00 sampai pukul 01.00 dinihari," cerita H. Agus.
" Haji Deden kayaknya kelelahan menanti didorong dari Arofah ke Mina karena masuk jemaah murur," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, H. Mahmudi, menyampaikan turut berbela sungkawa yang mendalam. " Insya Allah almarhum husnul khotimah, surga balasannya, wafat di hari Jumat sebagai hari yang mulia, di Mina tempat yang suci," ujar H. Mahmudi.
H. Mahmudi juga menghimbau ke seluruh jemaah untuk menjaga kondisi kesehatannya serta terus mengasah kesabarannya menjalani puncak haji di Armuzna. " Aktivitas armuzna pasti crowded, butuh kesabaran menunggu pendorongan jemaah karena ibadah haji adalah ibadah fisik. Kalau bisa beristirahat maka manfaatkan waktu untuk istirahat," sarannya. (nas)
Kontributor: Bidang PHU Bali