(Bidang Pendidikan Islam) Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali merupakan ujung tombak dari majunya pendidikan Islam di provinsi Bali. Dipenghujung tahun 2016 Seperti di tahun-tahun sebelumnya Bidang Pendidikan Islam bersama jajarannya melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja jajaran pendidikan Islam di seluruh wilayah Provinsi Bali.
Senin, 14 Nopember 2016 kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pendidikan Islam dipusatkan di Kabupaten Jembrana, dengan agenda pengecekan secara langsung Pembangunan Fisik sarana-prasarana pada Madrasah baik berupa pembangunan Ruang Kelas, Rehab, Pembangunan Laboratorium, Pembelian peralatan dan mesin serta memberikan pembinaan kepada Guru dan Pegawai.
Dalam kegiatan pembinaan Bidang Pendidikan Islam Provinsi Bali membentuk dua zona pembinaan yaitu zona timur yang dipusatkan di MTsN Mendoyo dan zona barat dipusatkan di MTsN Negara hal ini bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan waktu mengingat sebaran madrasah di kabupaten Jembrana memiliki jarak yang cukup jauh.
Kepala Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Bapak Dr. H. Arjiman, M.Pd dalam membuka kegiatan pembinaan di MTsN Mendoyo menyampaikan tujuan utama kegiatan pembinaan yang dirangkai dengan monitoring dan evaluasi program Pendidikan Islam yaitu menjalankan tugas dan fungsi manajemen yang salahsatunya adalah fungsi controling. Controling anggaran pendidikan Islam tahun 2016 sangatlah penting mengingat beberapa hari kedepan tahun anggaran 2016 sudah akan berakhir. Controling Interen ini juga bertujuan untuk mengevaluasi capaian kinerja dalam penggaran tahun 2016 yang bermuara pada kualitas sarana-prasarana, dan mutu pendidikan Islam sehingga dapat selalu berprestasi disetiap ajang kompetisi baik ditingkat provinsi, nasional maupun internasional.
Sedangkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Bapak I Nyoman Lastra, S.Pd.,M.Ag dalam sambutannya menyampaikan banyak sekali motivasi-motivasi dan ucapan terimakasih kepada guru-guru madrasah dan pegawai Madrasah yang telah bekerja keras dalam mendulang prestasi baik diajang Kompetisi Sain Madrasah (KSM) Tingkat Nasional di Kalimatan Barat dengan raihan 9 medali dari 11 cabang lomba dan Pospenas di Banten yang meraih 9 medali emas. Namun dengan hasil tersebut beliau mengajak semua civitas madrasah untuk tidak terlalu lama berbangga diri, dan terus meningkatkan mutu pendidikan Islam dengan cara meng-update pengetahuan yang memiliki relepansi dengan pendidikan dan menjujung tinggi Nilai-nilai budaya kerja kementerian Agama. Bali walaupun kecil dan sedikit jumlah penduduknya tapi harus selalu menggigit dalam prestasi di ajang/event kompetisi level Nasional “sedikit tapi berkualitas” tegas beliau. hesa