(Bidang
Pendidikan Islam) Merebaknya Virus Covi-19 di Indonesia berbagai kebijakan
dikeluarkan Pemerintah untuk penanggulangannya serta pencegahan dalam dunia
Pendidikan termasuk pada Pondok
Pesantren yang ada di Provinsi Bali.
Dr.
H. Arjiman, M.Pd selaku Kepala Bidang Pendidikan Islam saat Rapat via aplikasi
Online, Jumat, 3 April 2020 mengatakan seluruh Pembelajaran baik Madrasah dan
Pondok Pesantren tetap dilaksanakan dirumah hingga wabah virus ini berakhir.
Seluruh siswa dan santri wajib belajar dan diam di rumah serta menjaga
kesehatannya agar tidak terkena wabah ini. Kepada seluruh jajarannya baik Kepala
Seksi Pendidikan Islam yang ada di Kantor Wilayah, Kab/Kota serta Kepala
Madrasah agar melakukan pemantauan melalui Darring proses pembelajran tersebut.
Alhamdullilah hingga saat ini siswa Madrasah dan Santri di Bali semua dalam
keadaan sehat dan tidak ada indikasi terpapar dengan virus Covid19 tambah H
Arjiman.
Sedangkan Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan
Pondok Pesantren Drs. H. Noer Yasin, M.PdI dalam sambungan telepon mengatakan saat ini Bali terdapat 55 Pondok Pesantren yang
tersebar di Provinsi Bali sehingga Seksinya terus melakukan koordinasi dengan
Kasi Kab/Kota se-Bali dan Pengurus Pondok Pesantren yang ada di Bali untuk
mengetahui perkembangan dan keadaan kesehatan Santri yang ada di Bali. Beliau
juga sempat merasa cemas karena melihat adanya pemberitaan Santri di luar Bali
ada yang terpapar Virus Covid-19 sehingga koordinasi intensif terus dilakukan. Beliau
sangat bersyukur karena seluruh santri yang tersebar pada 55 Pondok Pesantren
yang ada di Bali Alhamdulillah semua sehat Wal Afiat terbebas
dari Covis-19 dan selalu menjaga prilaku hidup sehat, belajar Agama dan berdoa di rumah mereka masing-masing “tambah H. Noer.
(hesa)