Humas Bali (31/07/23), Kantor Wilayah Kementerian Agama
Provinsi Bali melalui Bidang Pendidikan Agama Islam, menggelar kegiatan
Moderasi Beragama yang dilaksanakan di Alun – Alun Ida I Dewa Gede Jambe Puri
Agung Klungkung Provinsi Bali.
Mengangkat tema “Spirit 1445 Hijriah : Semangat Hijrah
Menuju Indonesia yang Rukun, Damai dan Toleran dalam Menghargai Keberagaman”,
kegiatan ini di hadiri oleh, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi
Bali, Kepala Bidang Pendidikan Islam beserta jajaran, Kepala Kantor Kemenag
Kabupaten dan Kota Se Bali, Kepala Bidang dan Pembimas Kanwil Bali, Ketua TIM
Bidang Pendidikan Islam Kanwil Bali, Kepala Seksi Pendidikan Islam, Bimas Islam
dan PHU di Kemenag Kabupaten dan Kota se Bali, Kepala Madrasah se Bali, Kepala
KUA Se Bali, Pimpinan Ponpes serta Ketua FKUB Provinsi Bali.
Komang Sri Marheni selaku Ka.Kanwil sebelum membuka kegiatan
ini secara resmi, mengucapkan rasa syukur yang mendalam dan rasa terima kasih sebesar
besarnya kepada seluruh jajaran panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini
dengan sangat baik dan dalam peringatan Tahun Baru Hijriah ini merupakan
momentum penting yang sangat perlu kita rayakan dengan cara yang tepat, tidak
harus dengan hiruk pikuk tanpa makna. Dengan cara seperti sekarang ini, kita
berkumpul bersama, duduk bersama dengan tenang sembari menyimak nasehat dari
Narasumber yang sekaligus menjadi bahan perenungan untuk kita dapat intropeksi
diri.
Bagi umat Islam, tidak terasa sudah satu tahun menjalani
kehidupan di tahun 1444 H dan saat ini telah memasuki tahun baru 1445 H, yang
berarti umur kita bertambah satu tahun. Namun jika kita renungkan sesungguhnya
usia kita sedang tidak bertambah, tetapi berkurang, dengan bertambahnya tahun
berarti usia kita berkurang di setiap harinya, karena pertambahan usia juga mempengaruhi
semakin tuanya usia kita, ujar Ka.Kanwil yang disambut gelak tawa oleh seluruh
peserta.
Ka.kanwil juga berpesan, penetapan awal tahun baru Hijriah
merujuk pada Hijrahnya Nabi Muhammad dari kota Mekkah menuju Kota Madinah. Kata
Hijrah yang berarti berpindah, memiliki makna agar manusia memiliki kesadaran
untuk berpindah dari hal buruk menuju hal yang baik, sehingga dalam kehidupan
umat manusia menjadi lebih baik dan damai. Hidup yang baik dalam kehidupan
berbangsa saat ini adalah Indonesia rukun, damai, toleran, dalam menghargai
keberagaman, untuk itu kita sebagai insan Kementerian Agama sekaligus juga
sebagai warga negara Indonesia, memiliki tanggung jawab yang besar terkait
menciptakan kehidupan beragama yang moderat, dengan memegang teguh agamanya dan
tetap menghargai keyakinan agama umat lainnya.(tam)