Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Sinergi Tokoh Agama Melalui Dialog Kerukunan

        Dalam merajut kerukunan beragama di Bali diperlukan adanya manajemen pengetahuan dan kepekaan sosial untuk membina hubungan yang selaras dan seimbang dalam bertoleransi dan bermoderasi beragama. Sehingga permasalahan yang terjadi pada setiap wilayah di Bali dapat sedini mungkin diidentifikasi dan diantisipasi. 

        Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinis Bali yang diwakili oleh Drs. I Wayan Santa Adnyana selaku Plt. Kepala Bidang Urusan Agama Hindu saat membuka secara resmi dan memberikan sambutan pada kegiatan Dialog Kerukunan Tokoh Agama Tahun 2022 di Nirmala Hotel & Convention Center Denpasar Selasa, 26 April 2022 yang digelar Bidang Urusan Agama Hindu pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali.  Turut mendampingi Plt.Ka.Bid Ura Hindu saat membuka dan memberikan sambutan yaitu I Wayan Diadnyana, S.E, M.Sos selaku penanggung jawab kegiatan dan Kepala Seksi Penyuluhan I Nyoman Dayuh, S.Ag, M.Si. 

       Dengan mengusung tema “Melalui Dialog Kerukunan Tokoh Agama Kita Tingkatkan Toleransi dan Moderasi Beragama Menuju Indonesia Maju“ I Wayan Santa meminta agar tokoh agama di Bali untuk selalu bersatu. Selain dipercaya dan dijadikan panutan, tokoh-tokoh merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah di masyarakat untuk mengimplementasikan program prioritas pemerintah. Seperti halnya program prioritas Kementerian Agama yaitu Moderasi Beragama dalam membangun harmoni dan kerukunan umat beragama dan di tahun 2022 telah dicanangkan sebagai Tahun Toleransi.

         “Tokoh di masyarakat adalah panutan yang dipercaya oleh umat kita untuk dapat mengayomi dan melindungi serta memberikan jalan keluar dalam menyelesaikan suatu permasalahan baik itu agama, adat istiadat atau kepentingan suatu kelompok. Seperti halnya Bendesa Adat yang di tokohkan oleh masyarakat akan kemampuannya dalam memahami agama, adat istiadat dan keberadaan masyarakatnya. Karena dijadikan panutan dan dipercaya oleh umat, jangan sampai terjadi perselisihan antar tokoh” ungkap I Wayan Santa.

        Kegiatan yang berlangsung selama selama 3 hari yaitu pada tanggal 26 April – 28 April 2022 dengan jumlah 40 orang peserta yang terdiri dari perwakilan Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat kab/kota se-Bali ini diminta untuk aktif berdialog dan menggali informasi kepada narasumber yang dihadirkan. “Sehingga apa yang menjadi tujuan dari kegiatan inilah akan tercapai yaitu mampu menyamakan persepsi serta berbagi pengalaman dalam menyelesaikan permasalahan berlandaskan sastra Agama yaitu Tat Twam Asi dan Tri Hita Karana” terang Plt. Ka.Bid Ura Hindu.

        Di penghujung sambutannya disampaikan pesan bahwa di era digital saat ini rumor dan isu yang berkembang di tengah-tengah masyarakat sangatlah cepat dan mudah di akses di mana saja. “Untuk itu saya menginginkan dan berharap meskipun kegiatan ini telah usai, sinergi dan komunikasi antar tokoh agama dan tokoh beragama beserta umat tetap terjalin sehingga permasalahan yang terjadi dapat segera diantisipasi dan menjadikan Bali menjadi lebih harmoni. Serta adat dan budaya yang harus kita lestarikan dan akan kita wariskan kepada generasi emas Hindu” tutur I Wayan Santa.(CA)

Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
Monitoring Penggunaan Dana Bantuan pada Kelompok Dagang Sarana Upacara Keagamaan Dewi Harum Sari Kabupaten Buleleng
Berita Berikutnya
Piodalan Dan Caru Rsi Gana Di Pura Dharma Bakti Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali

Rekomendasi:

Berita Terbaru: