Bidang
Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Propinsi Bali merespon cepat Arahan
dari Direktorat
Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI terkait Panduan Kurikulum Darurat bagi Madrasah yang akan dijalankan pada masa Pandemi
Covid-19. Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun
2020, tanggal 18 Mei 2020, Kurikulum Darurat pada Madrasah berlaku untuk semua
jenjang dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah
Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Dikutip
dari hasil Rapat Kepala Bidang Pendidikan Islam bersama seluruh Kepala Seksi Pendidikan Islam, dan Kepala
Madrasah, di Denpasar, (2/6). Dr. H. Arjiman,
M.Pd selaku Kabid Pendis mengatakan, saat ini Madrasah kita di Propinsi Bali sedang
mengalami Transformasi Pembelajaran untuk mencegah penyebaran Covid-19. Transformasi
Pembelajaran ini terlihat dari dimulainya pembejaran Darring, pada Madrasah di
Propinsi Bali, dan hasilnya Alhamdulillah Pendidikan Madrasah di Propinsi Bali
100% berhasil menerapkannya dengan baik. Proses
pembelajaran yang dijalankanpun sudah menggunakan pendekatan ilmiah, berbasis kompetensi, keterampilan aplikatif, dan terpadu.
Beliau meminta kepada Seluruh
Kepala Madrasah untuk mempedomani Kurikulum Darurat pada Madrasah sehingga
guru-guru pada Madrasah dapat menjalankan dengan sebaik-baiknya sehingga Madrasah-madrasah
yang ada di Propinsi Bali terus dapat berprestasi, serta kepercayaan dan
kepuasan masyarakat kepada Madrasah selalu terjaga dan meningkat. Guru Madrasah
di Bali harus terinovasi dan berkembang
secara kreatif
dalam mengoptimalkan tumbuhnya kemampuan kritis, kreatif, komunikatif,
dan kolaboratif siswa.
Senada dengan yang dikatakan oleh Kabid Pendis,
Kepala Seksi Kurikulum, Sarana,
Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Drs. H. Supriyadi, M.PdI mengatakan
Kurikulum Darurat Madrasah yang telah diterbitkan ini menjadi acuan teknis bagi satuan Pendidikan jenjnag RA,
MI, MTs dan MA dalam menyelenggarakan
kegiatan pembelajaran pada masa darurat. Pada masa darurat, siswa madrasah tetap
mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran dari madrasah.
Pembelajaran darurat ini lebih ditekankan
pada pengembangan karakter, akhlak mulia, ubudiyah, kemandirian dan kesalehan
sosial lainnya. Pembelajaran juga harus dapat merangsang tumbuhnya 4C (Critical thinking, Collaborative,
Creativity dan Communicative)
pada diri siswa. Diakhir penyampaiannya beliau mengajak seluruh civitas
Madrasah untuk terus berdoa agar Pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga
kita dapat kembali belajar dan hidup normal.(hesa)