(Humas Bali) - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Jum’at, 15 September 2022 melantik pejabat setingkat Eselon I yang mengisi lima formasi di lingkungan Kementerian Agama.
Kelima daftar nama calon pejabat Eselon I yang dilantik yaitu:
1. Faisal Menjadi Inspektur Jenderal
2. Jeane Marie Tulung menjadi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen
3. I Nengah Duija menjadi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu
4. Supriyadi menjadi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha
5. Suyitno menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan
Kepada pejabat yang dilantik Menag berpesan dan menekankan agar memegang teguh sumpah jabatan yang baru saja diucapkan. Menag minta jajarannya untuk menghindari segala perbuatan dan tingkah laku yang bertentangan dengan aturan hukum, ajaran agama dan nilai-nilai moral.
"Jaga integritas serta nama baik pribadi dan institusi dalam setiap langkah saudara-saudara. Sebagai pejabat dan Aparatur Sipil Negara, kita harus bisa menempatkan kepentingan untuk menjaga kesatuan negara dan bangsa serta kerukunan antarumat beragama di atas kepentingan pribadi, kelompok dan golongan," pesan Gus Men, panggilan akrabnya.
Menag juga meminta kepada segenap keluarga besar Kemenag untuk melangkah dalam satu barisan yang solid, yaitu barisan Kementerian Agama Republik Indonesia, bukan barisan kelompok, golongan, dan sebagainya.
Dengan terisinya Pejabat difinitif Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu oleh I Nengah Duija, maka berakhir pula amanah tugas tambahan yang diberikan kepada Komang Sri Marheni sebagai Pelaksana Tugas Dirjen Bimas Hindu yang diemban hampir 10 bulan. mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas Dirjen Bimas Hindu, rasa syukur tiada henti pada Sang Pemilik Kehidupan, yang telah memberi kesempatan, juga pengalaman berharga pada dirinya.
“Terimakasih tak terhingga kepada Gus Men yang telah mempercayakan amanah ini pada diri saya. Tentunya tugas sebagai Plt Ditjen bukanlah sesuatu yang mudah, banyak tantangan, rintangan, yang harus saya hadapi, apalagi saya juga mengemban amanah sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama provinsi Bali.”Ucap Marheni.
Lebih lanjut disampaikan oleh Ka Kanwil sebagai seorang abdi negara yang patuh pada perintah pimpinan, maka mengemban dua amanah besar, sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali sekaligus sebagai pelaksana tugas Dirjen Bimas Hindu harus tetap dijalankan dengan penuh semangat dan tanggung jawab.
Ditemui diruang kerjanya, Komang Sri Marheni menyampaikan bahwa menjalankan dua tugas besar dengan jarak yang tidak dekat antara Jakarta dan Bali, telah memberikan pengalaman berharga pada dirinya. Meskipun diawal terasa berat tetapi dengan niat mengabdi serta dukungan dan doa dari keluarga, semua umat, semua sahabat, kerabat, baik dijajaran Ditjen Bimas Hindu maupun dijajaran Kanwil Kemenag Provinsi Bali, dirinya mampu menyelesaikan tugas dengan baik dan lancar. Semua Program kerja, inovasi guna meningkatkan kinerja dapat diselesaikan dengan baik.
Pejabat difinitif Ditjen Bimas Hindu telah terpilih, sudah saatnya dirinya menyerahkan tanggung jawab pada pejabat yang telah terpilih.
“Saya yakin ditangan beliau, Ditjen Bimas Hindu akan menjadi lebih baik.” Ujar Marheni.
Tentunya sebagai manusia yang tidak lepas dari kesalahan, Komang Sri Marheni memohon maaf atas segala khilaf dan kekurangan selama menjadi Plt. Dirjen Bimas Hindu, serta terimakasih banyak atas doa dan dukungan yang telah diberikan kepadanya selama ini. Terima kasih juga disampaikan beliau kepada seluruh semua sektor yang selama ini telah mendukung dalam kelancaran menjalankan tugas selaku pelaksana tugas Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI.
Selanjutnya Komang Sri Marheni akan melanjutkan tugasnya selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Bali.
Penilaian pembangunan Zona Integritas menuju WBBM dan Penilaian Pelayanan Ramah Kelompok Rentan, dan implementasi tujuh Program Prioritas Kemenag untuk Kanwil Kemenag Bali sudah didepan mata, dan tentunya hal ini menuntut dirinya untuk bisa lebih fokus, sehingga tahun 2022 ini Kanwil Kementerian Agama provinsi Bali dapat meraih predikat WBBM dan meraih predikat Pelayanan Ramah Kelompok Rentan dari Kemenpan RB.(sn)