Peningkatan mutu pendidikan memang harus terus dilakukan oleh semua komponen pendidikan yang didalamnya terdapat peran serta Guru yang berperan sangat penting dalam menjalankan dan mengamalkan sistem pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Maka dari itu seorang Guru diwajibkan mampu merancang jalannya pendidikan yang kondusif serta mampu menfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka proses perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Dr. Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si saat hadir untuk membuka sekaligus memberikan sambutan Kegiatan Orientasi Peningkatan Kompetensi Guru Pasraman Tahun 2022 yang digelar oleh Bidang Pendidikan Agama Hindu pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali di Hotel Puri Nusa Indah, Kesiman, Denpasar, Selasa, 24 Mei 2022.
Melalui kegiatan yang mengusung tema “Tingkatkan Kompetensi Guru Pasraman untuk Wujudkan Siswa yang Berkarakter, Berprestasi dan Moderat” Ka.Kanwil Komang Sri Marheni menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas guru Pasraman yang kompeten dalam menguatkan eksistensi Lembaga pendidikan Agama Hindu, dan menjadikan Pasraman sebagai pusat pendidikan Hindu yang unggul.
Fenomena pandemi Covid-19 telah memicu darurat pendidikan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sehingga kemunculan pandemi Covid-19 ini menjadi sebuah momentum yang tepat dalam mengubah paradigma pembelajaran di sekolah yang lebih berwawasan teknologi komunikasi yang interaktif dengan pengawasan lembaga pendidikan yang lebih terstruktur.
“Pada akhirnya pembelajaran secara virtual bisa menjadi sebuah alternatif pembelajaran yang lebih efektif dan efisien yang dapat digunakan dimasa yang akan datang. Tidaklah cukup apabila guru hanya menguasai apa yang harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya, tetapi juga harus memahami berbagai landasan dalam dunia pendidikan” Ucap Koamng Sri Marheni pada kegiatan yang akan berlangsung selama 3 (tiga) hari, Selasa 24 Mei – Kamis 26 Mei 2022.
Lebih lanjut Ka.Kanwil menegaskan bahwa Guru bukan hanya sebagai transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. Pribadi dan tingkah laku guru juga dijadikan sebagai tauladan bagai para siswanya, sehingga landasan pendidikan harus tercermin didalam semua perbuatan guru dalam melaksanakan tugas maupun keseharian yang memungkin-kan guru mampu tumbuh dan berkembang dalam jabatan profesionalnya.
Ka.Kanwil berharap kepada 40 orang peserta kegiatan yang berasal dari perwakilan Guru Pasraman Kabupaten/Kota se-Bali untuk mampu meningkatkan pemahaman terhadap penerapan profesionalitas dalam pembelajaran serta mampu menghadirkan inovasi dalam pembelajaran dan dapat melaksanakannya dengan baik pada satuan pendidikan masing-masing, dalam mewujudkan peserta didik yang cakap, trampil, menguasai ilmu pengetahuan, berbudi luhur dengan memberikan layanan sepenuh hati untuk menguasai kecerdasan yang majemuk.
“ Saya ingin usai kegiatan ini para peserta mampu menghadirkan inovasi pembelajaran kepada peserta didiknya. Inovasi pembelajaran yang berwawasan Teknologi Informasi Komunikasi seperti penggunaan Internet, pembelajaran penggunaan video yang bisa dibagikan kepada peserta didik, pembelajaran yang berkonsep e-learning dan masih banyak lagi yang bisa digali, sehingga pembelajaran ini mampu memberikan banyak pengalaman variatif kepada peserta didik. Akan tetapi pembelajaran yang berbasis seperti ini perlu juga dengan pengawasan dari Guru” tutur Komang Sri Marheni saat mengakhiri sambutannya.
Agenda kemudian dirangkai dengan penyerahan Tanda Daftar Pasraman oleh Ka.Kanwil yang didampingi Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu Ida Ayu Putu Dharma Yanti, S.Ag, M.Pd.H dan Ketua Panitia Sulastri, S.Ag, M.Pd.H. Tanda Daftar Pasraman tersebut diserahkan kepada perwakilan dari PWP Taman Mekar Sari (Badung), Pasraman Guna Widya Kartika (Karangasem), PWP Dharma Hita Kumaralalita (Jembrana) dan PWP Amertha Yulia Ganesha. (CA)