Surabaya (Kemenag) - Sebanyak 715 jemaah haji dari Provinsi Bali yang termasuk dalam kelompok terbang (kloter) 71 dan 72, tiba di Hall Muzdalifah Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada Kamis (30/05/2024). Jemaah ini dijadwalkan akan diberangkatkan menuju Arab Saudi pada tanggal 31 Mei 2024 pukul 03.05 WIB dan 10.50 WIB dengan menggunakan maskapai Saudi Airlines nomor penerbangan SV 5143 dan SV 5207.
Kedatangan para jemaah haji Bali disambut hangat oleh Plt. Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Mufi Imron Rosyadi, yang didampingi oleh Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Syarif Hidayatullah.
"Dengan penerapan layanan sistem OSS (One Stop Service), seluruh proses layanan jemaah haji di asrama haji dapat berjalan lebih cepat dan efisien," ujar Mufi Imron Rosyadi. Ia juga menambahkan bahwa layanan OSS ini mencakup pemeriksaan kesehatan, penyerahan Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA), bukti lunas Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), kartu makan, penempatan kamar, gelang identitas, paspor, visa, boarding pass, serta living cost atau biaya hidup selama di Tanah Suci.
Kepala Bidang PHU Provinsi Bali, Syarif Hidayatullah, mewakili Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, menyampaikan ucapan terima kasih atas pelayanan yang diberikan oleh AHES kepada jemaah haji Bali. "Kami sangat mengapresiasi layanan yang diberikan. Semoga semuanya berjalan lancar hingga pemberangkatan besok," katanya.
Sistem OSS ini memungkinkan jemaah menerima semua perbekalan dan dokumen mereka saat tiba di asrama haji, berbeda dengan metode sebelumnya di mana perbekalan dan dokumen diberikan pada proses pemberangkatan. Dengan demikian, jemaah tidak perlu menunggu lama untuk melalui proses administrasi dan persiapan lainnya.
Sebanyak 203 dari total 715 jemaah haji Bali adalah lansia, yang mendapatkan perhatian khusus dalam pelayanan ini. "Semoga semua proses pemberangkatan berjalan lancar dan sukses tanpa kendala apapun," tambah Mufi Imron Rosyadi.
Para jemaah dijadwalkan akan menuju Bandara Juanda dengan sistem fast track yang pertama kali diterapkan untuk jemaah dari Bali. Sistem ini diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat proses keberangkatan menuju Tanah Suci.
Dengan penuh harap dan rasa syukur, para jemaah haji Bali siap untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.(sn)