Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

924 PPPK Kemenag Provinsi Bali Dilantik Serentak, Menag: ASN Kemenag Harus Jadi Teladan dan Penebar Kasih

Denpasar (Kemenag) - Sebanyak 71.409 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Agama Tahun Formasi 2024 Senin (26/05/2025) resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Prosesi pelantikan berlangsung secara hybrid (luring dan daring) dan menjadi salah satu pelantikan ASN terbesar di lingkungan Kementerian Agama.

Untuk wilayah Provinsi Bali, pelantikan dilakukan serentak di masing-masing Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Khusus Kantor Kemenag Kota Denpasar, pelantikan terpusat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali dan disaksikan secara daring oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali beserta para Kepala Bidang dan Pembimas.

Secara keseluruhan, jumlah PPPK Kemenag yang dilantik di Provinsi Bali mencapai 924 orang. Dari jumlah tersebut, 73 orang mengikuti prosesi pelantikan di tingkat Kanwil.

Mewakili Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Kepala Biro SDM Wawan Djunaedi dalam laporannya menyampaikan bahwa pelantikan ini menandai tercapainya 79,5% realisasi formasi PPPK di Kementerian Agama. "Proses seleksi dilakukan secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Pelantikan ini merupakan bagian dari grand design membentuk ASN Kemenag yang smart, moderat, serta dibekali hi-tech dan hi-tough," tegas Wawan.

Menariknya, pelantikan ini tidak hanya berlangsung di dalam negeri, tetapi juga dilaksanakan di luar negeri. Sebanyak 170 PPPK yang sedang menunaikan ibadah haji atau bertugas sebagai petugas haji di Arab Saudi turut dilantik di Konjen RI.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga dua hal penting: personal branding dan institutional branding. “ASN Kemenag harus menjadi ASN digital yang adaptif, produktif, dan mampu menebarkan kasih sayang lewat program-program pemerintah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh ASN memegang teguh nilai-nilai Panca Prasetya KORPRI dan menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. “Kita bisa menjadi bangsa yang utuh karena kita bangsa yang penuh kasih sayang dan toleransi,” tegasnya.

Wakil Menteri PANRB, Purwadi Arianto, juga turut memberikan sambutan dan motivasi. Ia menyebut pelantikan PPPK ini sebagai bentuk pengakuan dan awal dari tanggung jawab besar. “ASN bukan sekadar birokrat. Di Kemenag, ASN punya tanggung jawab menjaga nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan kerukunan umat beragama,” katanya.

Purwadi juga mengapresiasi langkah Kementerian Agama yang mewajibkan seluruh PPPK mengikuti program penanaman pohon sebagai bagian dari komitmen terhadap ekoteologi. “Pelayanan ASN tidak hanya menyentuh manusia, tapi juga menyentuh alam,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar dalam arahannya menyampaikan harapan besar kepada seluruh PPPK yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa masyarakat memiliki ekspektasi tinggi terhadap ASN Kemenag.

“ASN Kementerian Agama itu di mata masyarakat seperti malaikat—tidak boleh salah dan penuh kasih sayang. Karena itu berhati-hatilah dalam bersikap dan bermedia sosial,” pesan Menag.

Menag juga menekankan pentingnya membawa masyarakat semakin dekat dengan ajaran agama. “Kalau umat berhasil menyatu dengan ajaran agamanya, maka tugas-tugas formal negara pasti berhasil. Kita harus bisa menjadi contoh, mengajak orang untuk bersih, maka diri kita harus bersih lebih dahulu,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga memperkenalkan dua isu besar yang akan dikembangkan di Kementerian Agama ke depan. Pertama, penguatan kurikulum cinta yang mengajarkan kasih sayang kepada sesama dan alam semesta melalui guru-guru agama. Kedua, pengembangan konsep ekoteologi, yaitu sistem keagamaan yang selaras dan bersahabat dengan lingkungan hidup.

Menag menyampaikan bahwa konsep Trilogi Kerukunan yang selama ini dijalankan juga akan di-upgrade menjadi Kerukunan antar sesama umat manusia, tanpa membedakan agama, etnis, atau kewarganegaraan, dilanjutkan dengan kerukunan manusia dengan lingkungan, dan diakhiri dengan kerukunan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Kementerian Agama menuju birokrasi yang lebih melayani, adaptif, dan penuh kasih. Semangat baru telah lahir untuk membentuk ASN yang tidak hanya bekerja dengan akal, tapi juga dengan hati nurani.(sn)


Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Dukung Penguatan Pendidikan Agama dan Rumah Ibadah, Kanwil Kemenag Provinsi Bali Terima Bantuan Rp4,2 Miliar dari Komisi VIII DPR RI

Rekomendasi:

Berita Terbaru: