Singaraja (Kemenag) - Sebanyak 656 jemaah haji Provinsi Bali atau 93,98 persen dari kuota 698 orang dinyatakan telah istito’ah kesehatannya. Ditargetkan sebelum batas akhir pelunasan biaya haji tahap kesatu yang berakhir 14 Maret 2025 mendatang dapat mencapai lebih dari 100 persen jemaah yang telah periksa Kesehatan dinyatakan istito’ah dan dapat melakukan pelunasan biaya haji.
Demikian
data yang tersaji pada kegiatan Koordinasi Akselerasi Penyelesaian Dokumen
Kesehatan Jemaah Haji Provinsi Bali Tahun 1446 H/2025 M yang diselenggarakan
oleh Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama
Provinsi Bali, Kamis (27/2/2025). Hadir dalam pertemuan tersebut wakil dari
Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali, wakil KBIHU dan para
Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota
se-Provinsi Bali.
Menurut
Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda yang juga penanggung jawab Kesehatan Jemaah
haji Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Wayan Sugihana Aradea, dari 773 jemaah
haji yang telah melakukan pemeriksaan per 26 Pebruari 2025, terdapat 656 jemaah
yang telah dinyatakan istitoah dan 41 jemaah masih dalam proses evaluasi plus
33 jemaah yang sedang berproses di Pusat Kesehatan Haji terkait perbaikan entry
data Kesehatan Jemaah haji.
“Andai yang
41 jemaah yang sedang dievaluasi akhirnya dinyatakan istito’ah dan data Jemaah
yang sedang kita ajukan edit ke pusat diterima, maka sangat mungkin jumlah
Jemaah yang istito’ah bisa melebihi kuota Provinsi Bali saat ini,” jelasnya
sembari menegaskan bahwa proses yang dilakukan Dinas Kesehatan mengacu pada
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 508 Tahun 2024 tentang Standar Teknis
Pemeriksaan Kesehatan bagi Jemaah Haji.
Ketua Tim
Kerja Pelayanan Haji Reguler, H. Muhammad Nasihuddin, menyambut gembira hasil
pemeriksaan Kesehatan yang telah dilakukan Dinas Kesehatan di 9 Kabupaten/Kota.
Dengan cukup optimalnya Jemaah yang sudah dinyatakan istitoah, maka target
Provinsi Bali agar nihil seat kosong keberangkatan Jemaah haji Provinsi Bali
dapat terealisasi.
“Kami
berharap para punggawa haji untuk dapat menyemangati jemaahnya segera melakukan
pelunasan, terutama bagi Jemaah yang sudah dinyatakan istitoah. Kalau melihat
data tersebut, insya Allah kuota Bali akan terpenuhi semua, bahkan mungkin Bali
memiliki stok Jemaah Cadangan yang siap melunasi kapan saja,” ujar Nasihuddin.
Dalam
pertemuan fulday tersebut disampaikan progress report terkait pemeriksaan
Kesehatan oleh Dinas Kesehatan dan PHU se-Provinsi Bali. Diakui masih ada beberapa kendala Jemaah yang
dinyatakan tidak istitoah. Namun pihak Dinas Kesehatan dan Kementerian Agama
se-Provinsi Bali berkomitmen untuk mengoptimalkan pelayanan pemeriksaan
kesehatan agar dapat selesai pada waktunya dan jemaah dapat segera melakukan
pelunasan biaya haji.
Sementara itu, Kepala Bidang
Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H. Mahmudi, dalam sambutannya, memberikan
apresiasi terhadap kinerja Dinas Kesehatan dan para punggawa haji yang
berjibaku mensukseskan penyelenggaraan haji 2025 ini. H. Mahmudi menekankan
bahwa ada satu sisi yang perlu dipertimbangkan oleh berbagai pihak, termasuk
Dinas Kesehatan, dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji.
”Banyak jemaah itu berasal dari desa.
Banyak diantara jemaah yang menjadikan haji sebagai cita-cita tertinggi dalam
hidupnya, rela mengorbankan harta bendanya untuk bisa menunaikan rukun islam
kelima tersebut. Saya dapat merasakan betapa sedihnya jemaah hanya gara-gara
tidak bisa membuat gambar jam, tidak ngerti nama presiden atau berhitung
mundur, kemudian dinyatakan dimensia yang akhirnya dinyatakan tidak istitoah
sehingga tidak dapat melakukan pelunasan dan akhirnya lagi tidak bisa berangkat
haji,” ujarnya berkisah.
H. Mahmudi juga menyatakan bahwa jemaah
yang berangkat tahun ini sudah mengantri sejak tahun 2013 lalu atau sekitar 12-13
tahun. ”Coba bayangkan, sudah ngantri 12 tahun, dulu daftar masih agak muda dan
sudah lanjut usia saat mau berangkat, gara-gara dinilai dimensia, mereka pasti
sangat kecewa,” imbuhnya. Oleh karenanya, H. Mahmudi berharap pertemuan
koordinasi ini dapat memberi solusi kepada jemaah yang masih terkendala dalam
istitoahnya. (nas)
Kontributor: Bidang PHU