Jakarta (Kemenag) -- Kementerian Agama pada tahun 2018 ini meraih tiga Anugerah Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) tahun 2018 dan satu Anugerah Pelopor Perubahan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi.
Anugerah Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) tahun 2018 yang merupakan rangkaian dari puncak Hari Anti Korupsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin.
Mereka yang menerima Anugerah Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) 2018 yaitu Kankemenag Karangasem, Rustini, Kankemenag Denpasar Komang Sri Marhaeni, Kankemenag Yogyakarta, Nur Abadi dan Sigit Warsita meraih Anugerah Pelopor Perubahan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi.
Sigit Warsita merupakan mantan Kakankemenag Yogyakarta yang saat ini menjabat Kabid PHU Kankemenag Kota Yogyakarta.
Kepala Biro Organisasi Tata Laksana (Ortala) Setjen Kemenag, Afrizal Zen menyampaikan apresiasi atas diraihnya tiga anugerah WBK dan satu anugerah Pelopor Perubahan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi.
"Atas nama pimpinan kita mengucapkan terima kasih banyak kepada tiga Kankemenag yang meraih WBK 2018 dan satu Pelopor Perubahan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi. Tentu kita harapkan, kedepan lebih banyak lagi," kata Afrizal ditemui usai Acara Apresiasi dan Penganugerahan Zona Integritas Menuju WBK dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Jakarta, Senin (10/12).
"Tahun lalu kita mendapat dua anugerah WBK dan tahun ini menjadi tiga WBK. Ke depan kita berharap lebih banyak lagi mendapat WBK dan berkompetisi di semua satuan kerja. Tahun ini kita usulkan 14 untuk dievaluasi oleh Kemenpan RB dan alhamdulillah tiga mendapat anugerah WBK dan satu Anugerah Pelopor Perubahan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi," lanjutnya.
Apresiasi dan penganugerahan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM 2018 ini dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri kabinet kerja, pejabat tinggi negara dan kepala daerah dari berbagai provinsi di Indonesia. Tampak juga hadir Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan dan Sekretaris Itjen Kemenag.
Pembangunan Zona Integritas merupakan miniatur dari implementasi Reformasi Birokrasi, ditujukan agar capaian Reformasi Birokrasi guna mewujudkan pemerintahan yang efektif dan efisien, bersih dan akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang baik mampu diwujudkan.
"Percepatan pembangunan Zona Integritas juga dilakukan terhadap unit kerja yang sudah mendapatkan predikat WBK/WBBM untuk dijadikan role model nasional," kata Menpan RB Syafruddin.
Dalam kesempatan tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin menyerahkan apresiasi dan penghargaan kepada tujuh pemimpin yang telah menerapkan pembangunan Zona Integrasi menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di seluruh unit kerjanya.
Tujuh pimpinan tersebut adalah adalah Sekjen Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bachtiar Ali, Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menkumham Yasona Laoly, Menperin yang diwakili Sekjen Kemenperin Harris Munandar, Jaksa Agung Prasetyo, Kapolri yang diwakili Wakapolri Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto.