Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

AKMI Sebagai Wadah Mengevaluasi Kualitas Pendidikan Madrasah

(Humas Bali) Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) menjadi bentuk evaluasi baru dibidang pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Bertempat di Hilton Garden Inn, Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar Sosialisasi AKMI Tingkat Provinsi Bali yang dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Islam H. Mahmudi, Jum’at (25/08/2023).

Kementerian Agama Republik Indonesia menjalin kerjasama dengan Bank Dunia melalui proyek Realizing Education’s Promise - Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR). Proyek ini bertujuan meningkatkan mutu pengelolaan dan layanan pendidikan madrasah dalam binaan Kementerian Agama. 

Rustiani  Erwin Yuni  Astiti selaku ketua tim Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah menjelaskan bahwa REP-MEQR terdiri atas empat komponen yaitu; 1) tata kelola madrasah berbasis digital melaluia EDM-eRKAM, 2) Asesemen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI), 3) Peningkatan kualitas SDM melalui pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), 4) Manajemen data base Pendidikan Islam melalui Emis 4.0 yang diharapkan dapat meningkatkan sistem pengelolaan pendidikan di Kementerian Agama.

Satu diantara empat komponen proyek ini adalah Komponen 2 yang bertugas mengembangkan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) untuk mengukur kemampuan siswa dalam berliterasi dan berpikir tingkat tinggi pada empat literasi yaitu Literasi Membaca, Literasi Numerasi, Literasi Sains, dan Literasi Sosial Budaya.

AKMI merupakan evaluasi yang digunakan untuk memetakan mutu sistem pendidikan dengan menggunakan instrumen asesmen kompetensi. Kompetensi peserta didik yang diukur tersebut adalah Literasi Membaca, Literasi Numerasi, Literasi Sains, dan Literasi Sosial Budaya.

“Hal yang perlu dicermati adalah bahwa salah satu penghambat hasil AKMI masih rendah saat ini adalah ketidakseriusan dari pihak madrasah dalam menghadapi AKMI. AKMI ini menjadi penting karena digunakan untuk membaca kualitas madrasah” jelas Rutiani.

Disampaikan oleh Rustiani Provinsi Bali memiliki partisipan paling tinggi dari pelaksanaan AKMI.

Sementara itu H. Mahmudi selaku Kepala Bidang Pendidikan Islam dalam arahannya mengharapkan kepada peserta yang merupakan Koordinator Komponen II dan Database Manager (DM) Kabupaten Kota se Bali untuk dapat berkhidmat (mengabdi) dalam memberikan pelayanan pendidikan madrasah dengan baik dan serius.

“Saya mengajak seluruh peserta Sosialisasi AKMI ini untuk bersama memberikan peran dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.” Ujar Mahmudi.

Mahmudi menambahkan bahwa pentingnya Sosialisasi AKMI ini sebagai salah satu upaya untuk mampu meningkatkan mutu pelayanan pendidikan madrasah di Provinsi Bali.(sn)


Berita Sebelumnya
TRADISI MEDALI PADA KSM (1 EMAS DAN 2 PERUNGGU)
Berita Berikutnya
Membuka Rakor Implementasi Program AKMI, Kabag TU: Asesmen sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Madrasah

Rekomendasi:

Berita Terbaru: