Inmas Bali.
Bertempat di Ruang Rapat Ka. Kanwil. Kemenag. Prov. Bali, Senin, 9 September
2019, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, I Nyoman Lastra, S.Pd.,
M.Ag. beserta Ka.Bag.TU dan Ka.Bid atau yang mewakili serta Kasubag. Inmas
Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, menerima Audensi dari
Indonesian Consortium for Religius Studies (ICSR), Acara dipandu oleh kabag.
TU. H., Abusiri. Dalam keterangan yang disampaikan oleh Leonard dari
ICSR, menyampaikan bahwa ICSR merupakan konsorsium 3 Universitas di Yogyakarta,
yaitu : Univ. Gajah Mada, UIN. Sunan Kalijaga, Univ. Kristen Duta Wacana, yang
berkedudukan di Sekolah Pascasarjana UGM. Maksud audensi adalah menyampaikan
bahwa ICSR akan menyelenggarakan Training Of Trainers ( TOT ) di Yogyakarta
dengan tema Pengayaan Wacana Agama dan Keberagaman bagi Penyuluh Agama.
Program tersebut terselenggara atas kerjasama : Libang Kemenag.RI, British
Embassy dan British Counsil. Leonard berharap dari Kanwil. Kemenag. Prov. Bali,
dapat mengirimkan wakilnya sebanyak 5 orang dari berbagai agama baik dari
Penyuluh PNS ataupun Non PNS. Dikatakan program ini adalah yang ke 3 karena dimulai
dari Tahun 2017, Program yang ke 2 tahun 2018, pernah dilaksanakan di Balai
Diklat keagamaan Bandung dan di Apresiasi oleh menteri Agama Lukman Hakim
Saefudin, karena program ini sangat selaras dengan semangat moderasi agama yang
sedang digiatkan oleh oleh Pemerintah RI. demikian juga program ini ini
menunjukkan sinergi yang baik antara kalangan masyarakat sipil dan pemerintah
untuk mendorong terciptanya dan terpeliharanya masyarakat yang adil, harmonis
dan saling mengharagai perbedaan. Sasarannya program ini adalah para penyuluh
agama di bawah naungan Kemenag, sebab mereka lah yang menjadi titik
persinggungan antara negara dan akar rumput dalampersoalan keagamaan. Disamping
itu pula memberikan kesempatan, berdiskusi dan berdialog bagi para penyuluh selaku
peserta dari berbagai agama.
Program ini berupa lokakarya pengayaan yg diselenggarakan 1 hari dengan
tema “ Wacana Agama dan Keberagaman dengan tag-line
"Rukun, Ragam, Sepadan dan TOT". Peserta TOT Penyuluh ini diundang
dari 4 Kota, yaitu Bandung, banjarmasin, Denpasar dan makasar. 5 Orang
penyuluh agama, dengan perimbangan komposisi gender dan afiliasi keagamaan,
baik PNS maupun Non PNS, Seluruh biaya transportasi dan akomodasi ditanggung
oleh program. Sedangkan dari Balai Diklat Keagamaan denpasar, diminta 1 orang
Widyaiswara TOT dan akan diselenggarakan 4 hari dari tgl. 30 September
2019 s.d. 5 oktober 2019.
Ka. Kanwil.
Kemenag. Prov. Bali, I Nyoman Lastra, S.Pd., M.Ag. Menyambut baik dan
memberikan apresiasi atas program yang disampaikan, karena dapat melibatkan
peserta dari Bali. Di tahun 2019, penekanan dari menteri Agama,
Moderasi Beragama menjadi penguatan, maka Program 2019, dijiwai oleh
Moderasi beragama. Pesan Menteri Agama, jadikan
tahun 2019 menjadi tahun Moderasi Beragama, serta sudah dimasukan kedalam buku
hijau. Disamping itu pula Penyuluh Agama, orang yang ada
dan ditempatkan di gres road, karena memiliki binaan khusus, mengelompok secara
kuat, 1 orang Penyuluh Agama, memiliki 10 kelompok dan 1 kelompok terdiri dari
20 orang, sehingga semangat moderasi beragama di kembangkan
oleh penyuluh untuk kepentingan publik yang lebih luas. Ide Kementerian
Agama, tentang Moderasi Beragama secara makro, dipakai sebagai kebijakan
pembangunan nasional oleh Presiden RI. Dipastikan
nanti, peserta akan dikirim yang didelegasikan ke Kabid. adalah Penyuluh Agama
yang terbaik dan berprestasi, sehingga diharapkan nantinya bisa menularkan ke
umat bergama yg lain. Akhir acara audensi, diisi dengan penyerahan cindera
mata, dan diakhiri dengan foto bersama.