Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Bagaimana Kita Mampu Menjadi Indonesia

(Inmas Bali) Menteri Agama RI Bapak Lukman Hakim Saifudin dalam acara pembukaan Jambore Pasraman Tingkay Nasional V tahun 2019, Rabu 3 Juli 2019 juga menyampaikan beberapa hal penting. Dalam arahannya LHS mengingatkan kembali akan kesadaran kita umat beragama yang tidak dapat terpisahkan dari Indonesia atau beliau menyebut sebagai “Mengindonesia”. Menjadi Indonesia merupakan bagian yang tidak berkesudahan. Apa itu menjadi Indonesia? Untuk mengetahui itu kita terlebih dahuu harus mengetahui ciri khas atau jati diri. Indonesia adalah negara yang lusa dari segi geograsif dengan beraneka ragam suku, budaya, dan agama. “Dalam kesempatan ini saya ingin mengangkat satu ciri yang sangat penting yaitu meskpiun kita beragam, secara etnis, suku, budaya, dan agama tapi satu yang menyatukan kita dan dunia mengenalnya sebagai sesuatu yang khas bangsa Indonesia, yaitu kita dikenal sebagai bangsa yang religious atau bangsa yang beragama” ujar LHS. 

Bangsa religious adalah bangsa yang tidak bias lepas dari nilai-nilai agama dari setiap aktivitas kehidupannya dan itu sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Ujung dari ini adalah bagaimana cara kita memahami keberagaman jika tidak diatasi dengan menanamkan sikap kearifan. Di dunia idalam hal agama di satu sisi dan negara disisi lain umumnya hanya dua pola saja yaitu negara yang berdasarkan agama tertentu dan negara yang memisahkan disatu sisi dan negara disisi yang lain. Kita Indonesia dimana negara memfasilitasi dan melayani kehidupan beragama warga negaranya. Meskipun demikian, negara tidak dapat mengatur atau memaksa pemeluk agama dan juga tidak dapat lepas tangan.

Sehingga LHS menyampaikan bagi generasi muda perlu memiliki pemahaman yang baik dalam konteks kehidupan beragama. Kementerian Agama beberapa tahun ini menggelorakan program “Moderasi Beragama”. Kenapa Moderasi Beragama? Karena agama pasti Moderat yang merupakan lawan dari sikap ekstrim. Moderasi Beragama ini telah masuk dalam RPJMN 2020 – 2024. Kita mampu mengembangkan SDM yang berpotensi dalam setiap bidangnya namun akan percuma jika SDM tersebut memiliki pemahaman yang ekstream dari segi agama yang nantinya akan menghancurkan kehidupan beragama.(sn)


Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Focus Group Discussion Character And Capacity Building

Rekomendasi:

Berita Terbaru: