Denpasar (Kemenag) - Sampai hari terakhir
pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap kesatu yang berakhir
Jumat, 14 Maret 2025, tercatat sebanyak 624 jemaah telah melakukan pelunasan
biaya haji. Dengan demikian, dari kuota Provinsi Bali yang mencapai 698 jemaah,
tersisa 74 kuota akan diisi pada pelunasan tahap kedua yang akan dilaksanakan
pada 24 Maret – 17 April 2025.
Demikian informasi yang disampaikan Kepala
Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi
Bali, H. Mahmudi, Jumat (14/03/2025). Pelunasan tahap kedua akan dilaksanakan
oleh jemaah haji reguler yang gagal sistem perbankan dan kesehatan, pendamping
jemaah lansia, penggabungan mahram serta jemaah masuk alokasi kuota cadangan.
Menurut data, setidaknya ada 259 jemaah
yang akan melakukan pelunasan pada tahap kedua dengan rincian 12 jemaah gagal
sistem, 35 jemaah pendampingan dan penggabungan serta 209 jemaah cadangan.
”Hanya saja jemaah yang gagal sistem masih mungkin akan bertambah, sembari
menunggu informasi dari pihak perbankan, Dinas Kesehatan dan rekan-rekan di
Kemenag Kabupaten/Kota,” jelas Mahmudi.
Mahmudi berharap kesempatan pelunasan
tahap kedua tidak disia-siakan oleh jemaah dan juga para punggawa haji.
Pasalnya, tingkat pelunasan tahap kedua sangat menentukan optimal tidaknya
penyerapan kuota haji Provinsi Bali. ”Tahun lalu Bali open seat sampai 0,4
persen. Tahun ini kita berharap sampai zero alias kuota Bali terpenuhi semua,”
tandasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pelayanan
Haji Reguler, H. Muhammad Nasihuddin, menjelaskan bahwa belum optimalnya
pelunasan tahap kesatu disebabkan beberapa hal. Pertama, pelunasan Petugas Haji
Daeah dilakukan sampai 20 Maret 2025 mendatang dan pelunasan Pembimbing KBIHU
belum dibuka. ”Padahal Bali punya kuota 8 orang PHD dan Pembimbing KBIHU,”
jelasnya.
Selain itu, faktor gagal sistem disebabkan
masih ada beberapa Jemaah yang belum tuntas pemeriksaan kesehatannya sehingga
memerlukan waktu beberapa hari ke depan. Diharapkan pada saat pelunasan tahap
kedua dibuka, seluruh jemaah yang masih berstatus evaluasi dapat segera
istito’ah.
Nasihuddin optimis kalau kuota Provinsi
Bali dapat terserap penuh. Selain karena factor adanya jemaah pendamping lanjut
usia dan penggabung mahram, Jemaah Cadangan yang sudah dinyatakan istito’ah
terbilang cukup banyak. ”Laporan dari Dinas Kesehatan, jemaah cadangan yang
sudah dinyatakan istito’ah mencapai 86 orang. Kalau ditambah dengan jemaah
pendampingan atau penggabungan, insya Allah mencapai 100-an lebih yang siap
melunasi. Padahal sisa kuota kita 74 orang,” jelasnya. (nas)
Sumber: Kontributor Bidang PHU