Denpasar (Kemenag) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar acara pelepasan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 1446 H/2025 M, Senin (28/04/2025) bertempat di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, yang dihadiri oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan Denpasar, Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Bidang, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Bali, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota yang tahun ini mengirimkan petugas hajinya.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), H. Mahmudi, dalam laporannya menyampaikan, rekrutmen PPIH Kloter dan Non Kloter untuk Provinsi Bali telah dilaksanakan sejak 5 Desember 2024. Sebanyak delapan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) ditetapkan, di antaranya Hajar Al-Haitami dan Fita Christiana Dewi yang bertugas di Daker Makkah pada layanan konsumsi, serta Amrul Giyono dan Mukhamad yang bertugas di Daker Madinah untuk layanan transportasi. Sementara itu, Ahmad Zaeni dan Syamsul Arifin ditunjuk sebagai Ketua Kloter SUB-71 dan SUB-72, didampingi oleh Moh. Kodri dan Agus Annurrachman sebagai pembimbing ibadah kloter.
Adapun untuk petugas daerah, rekrutmen dilakukan pada 23 Januari 2025 dengan enam petugas yang ditetapkan, di antaranya H. Suraji dan H. Yusron Nur Kholis untuk layanan ibadah serta beberapa lainnya untuk layanan umum dari berbagai kabupaten/kota di Bali. Jemaah haji asal Bali akan diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya dalam kelompok Terbang (Kloter) 71 dan 72.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marheni, dalam arahannya menegaskan bahwa tugas para petugas haji bukan sekadar pekerjaan biasa, melainkan bagian dari ibadah itu sendiri. Ia mengingatkan, "Tugasmu adalah ibadahmu", sembari menekankan pentingnya menjaga kesungguhan dalam melayani jemaah haji.
Menurutnya, situasi global dan politik yang semakin kondusif menjadi anugerah yang perlu disyukuri dengan kesiapan maksimal dalam melaksanakan penyelenggaraan ibadah haji. "Bersyukurlah dengan kondisi yang lebih stabil ini, dan wujudkan rasa syukur itu melalui kerja nyata," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Marheni juga menyampaikan bahwa dari lebih 23 ribu pendaftar petugas haji secara nasional, hanya 4.420 orang yang berhasil lolos seleksi. "Anda adalah bagian dari mereka yang terpilih," ujarnya mengingatkan pentingnya amanah ini.
Lebih lanjut, ia berpesan agar para petugas menjaga kesehatan, memperdalam pengetahuan tentang manasik haji, memperkuat koordinasi, memurnikan niat hanya untuk bertugas, serta aktif mempublikasikan pelayanan kepada jemaah, bukan aktivitas pribadi yang tidak relevan. Ia menekankan, petugas haji harus sadar bahwa keberangkatan mereka bukan untuk berhaji, melainkan untuk melayani, dan bila diberi kesempatan berhaji, itu merupakan bonus dari Tuhan.
"Jangan sia-siakan kepercayaan ini. Ingat, tugas saudara bukan untuk bersenang-senang, melainkan untuk mengabdi," katanya dengan penuh tekanan.
Komang Sri Marheni juga berharap seluruh jemaah haji Bali dapat diberangkatkan dengan lancar, mengingat dinamika penyelenggaraan haji tahun ini yang sangat dinamis, mulai dari penerapan istitaah kesehatan hingga perekaman biometrik secara mandiri.
Sebagai penutup, ia mengingatkan pentingnya tawakkal kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Tugas kita adalah berikhtiar sebaik-baiknya. Hasil akhirnya, kita serahkan kepada Tuhan," pungkasnya.
Acara pelepasan berlangsung khidmat dan penuh semangat, sebagai titik awal para petugas untuk mengemban amanah suci dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia, khususnya Provinsi Bali.(sn)