Denpasar (Kemenag) - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas-RI) memberikan apresiasi terhadap dukungan masyarakat dalam penyelenggaraan ibadah haji di Provinsi Bali. Hal tersebut mengemuka dalam Virtual Meeting Pemaparan Rencana Pembangunan Calon Asrama Haji Provinsi Bali yang diselenggarakan Jumat (7/3/2025) lalu yang diselenggarakan Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali.
Pertemuan terbatas yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Republik Indonesia itu mempertemukan antara Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali dengan pihak Bappenas-RI dalam rangka mendengarkan pemaparan rencana pembangunan asrama haji Provinsi Bali. Tim Bappenas dipimpin oleh Sularsono dari Deputi Agama, Pendidikan dan Kebudayaan (APK) Bappenas. Sedangkan Tim Bidang PHU dipimpin langsung oleh Kepala Bidang PHU, H. Mahmudi, dari Ditjen PHU dipimpin oleh Kasubdit Asrama Haji, H. Dasrul El-Hakim.
Dalam pemaparannya, H. Mahmudi menyampaikan bahwa lahan calon asrama haji Provinsi Bali ini adalah tanah hibah dari masyarakat Kampung Bugis yang memang dari leluhurnya diwasiatkan untuk diperuntukkan wisma haji. ”Sejak tahun 1900-an leluhur Kampung Bugis memang menghibahkan tanah tersebut untuk wisma haji. Karena sempat dikuasai oleh Pemprov Bali, setelah kami urus, alhamdulillah sekarang sudah bersertifikat Pemerintah RI c.q. Kementerian Agama,” jelas H. Mahmudi
Oleh karenanya, Kanwil Kemenag Provinsi Bali bersemangat untuk mengusulkan rencana pembangunan asrama haji Provinsi Bali melalui Ditjen PHU. ”Asrama haji adalah salah satu cita-cita masyarakat muslim Bali sejak dulu. Semoga dapat segera terealisasi setelah kami memaparkan rencana pembangunan ini kepada pihak Bappenas,” tandasnya.
Sularsono dari Deputi APK Bappenas memberikan apresiasi atas partisipasi Masyarakat muslim di Bali untuk pembangunan asrama haji. Oleh karenanya, pihak Bappenas meminta Kanwil Kemenag Provinsi Bali untuk menyiapkan bahan-bahan dan data dukung untuk meyakinkan pihak Bappenas dan Kementerian Keuangan terkait urgensi pembangunan asrama haji di Provinsi Bali.
”Kami yakin kalau Kanwil Bali menyusun proposal Pembangunan yang mampu meyakinkan kami dan Kemenkeu terkait urgensi pembangunannya, insya Allah bukan hal yang mustahil kalau pembangunannya dapat menjadi prioritas,” tandas Sularsono.
Sementara itu, Kasubdit Asrama Haji Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri, H. Dasrul El-Hakim, menekankan bahwa pertemuan tersebut merupakan pertemuan awal dari rangkaian perjalanan usulan revitalisasi dan pengembangan asrama haji yang harus dilalui Kanwil Bali. ”Ibarat pepatah, tak kenal maka tak sayang, maka pemaparan dari Kanwil Bali itu sebagai pengenalan awal kepada pihak Bappenas,” ujarnya. (nas)
Sumber: Kontributor Bidang PHU