(Humas Bali) Wabah Covid 19 ini memberi dampak yang cukup signifikan bukan saja bagi Indonesia tetapi bagi masyarakat seluruh dunia. Tidak dapat dipungkiri Covid 19 ini menyebabkan banyak mayarakat yang kehilangan pekerjaan sehingga menyebabkan kesulitan pangan. Untuk membantu kesulitan pangan itu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bali memiliki program penyaluran bantuan 1.000 sembako kepada pada Mustahik/Dhuafa se-Bali. Bertempat di Hotel Alkyfa Denpasar Rabu, 13 Mei 2020 BAZNAS Provinsi Bali menyampaikan secara simbolis bantuan berupa sembako kepada para kaum dhuafa. Dalam penyelenggaraan secara simbolis ini, BAZNAS mengundang Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali yang dihadiri oleh Plt. Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dan Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam, Senator DPD RI Bapak H Bambang Santoso, dan Ketua MUI Provinsi Bali.
Plt. Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Drs. Ida Bagus Mastika, M.FilH menyampaikan ucapan terima kasih atas program yang digagas oleh BAZNAS ini sehingga mampu mengurangi beban dari masyarakat Bali yang terkena dampak dari wabah Covid 19. “Kami berharap program ini dapat kerkelanjutan jika wabah ini masih berlangsung” Ujar Ida Bagus Mastika. “Kita tidak tahu kapan wabah ini akan berakhir tapi, selaku Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, kami mengajak untuk sama sama berdoa agar segala wabah ini dapat berakhir” tegas Ida Bagus Mastika kembali.
Sementara itu Senator DPD RI Bapak H Bambang Santoso menyampaikan bahwa penduduk bali yang hampir berjumlah 4.3 juta jiwa saat ini terdapat jumlah kemisikinan sebelum Covid 19 ini yaitu 3,6 % atau 154.000 jiwa kemudian meningkat tiga kali lipat saat ini setelah wabah Covid 19 ini yaitu sekitar 500.000 penduduk Bali yang darurat memerlukan bantuan pangan. “Dengan jumlah yang besar itu tentunya kalau dipikul sendiri oleh pemerintah pusat atau daerah maka akan terasa berat, oleh karena itu perlu saling bahu membahu“ Ujar Bambang Santoso. “Saya menegaskan bahwa tidak ada masyarakat Bali yang kelaparan, sehingga program bantuan semacam ini akan terus berjalan selama epidemi ini belum berakhir” tegas Bambang Santoso. Bambang juga menekankan agar BAZNAS bersinergi dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi Bali untuk mendata penduduk Bali yang benar memerlukan bantuan agar dalam proses pendistribusian bantuan sembako ini dapat tepat sasaran.
Bambang juga menyampaikan bahwa kedepannya pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk mendata bantuan pendidikan sehingga mampu menyampaikan bantuan yang tepat guna dan tepat sasaran.(sn)