(Inmas Bali) Zakat sudah menjadi urusan Negara dan amanah pengelolaan zakat ini dikelola oleh BAZNAS dibantu oleh BAZ dan LAZ. Sehingga BAZ dan LAZ harus selalu diperkuat agar kredible sehingga mampu meringankan beban pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Ketua BAZNAS Prof. Dr. H. Bambang Sudibyo, M.Ba, C.A dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BAZNAS di hotel Grand Inna Bali Beach Denpasar, Bali Rabu, 21 Maret 2018.
Tema Rakernas BAZNAS tahun 2018 ini mengangkat tema Penguatan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) untuk Membangun Kesejahteraan Nasional. BAZNAS sedang berupa membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dari zakat ini sendiri. Bali dilpilih sebagai lokasi kegiatan untuk mendorong BAZNAS dan LAZ di daerah yang minoritas tetap bisa menjalankan fungsinya dengan baik dengan suasana saling menghormati antar umat berbeda agama.
Lebih jauh lagi ketua BAZNAS Bambang Sudibyo menyampaikan bahwa saati ini merupakan era kebangkitan zakat ditandai dengan membangun paradigma baru dalam mengkampanyekan zakat, mengelola keuangan dan dalam berbagai pandangan pendistribusian zakat. “Saat ini BAZNAS semakin berkomitmen dalam mengedepankan transparansi dan akuntabilitas” ujar Bambang Sudibyo. Transparansi dan akuntable ditandai dengan membangun satuan ODP internal yang kuat sehingga nantinya BAZNAS dan LAZ akan benar-benar menjadi lembaga keuangan syari’ah yang tentunya saja akan diawasi oleh OJK.
Dalam kesempatan ini juga launching kerja sama BAZNAS dengan Bank BNI Syariah, Bank Mualamat, Bank BRI Syari’ah, dan Bank Niaga yang telah membantu dalam masyarakat dalam pengelolaan zakat.(sn)