(Inmas Bali) Memenuhi undangan dari Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPS) Menteri Agama RI Bapak Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi Rabu, 15 Desember 2019 menghadiri pembukaan Mahasabha (Munas) yang merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap lima tahun. Acara digelar di Pasraman Widya Graha Kepasekan, Denpasar. Hadir dalam acara ini Gubernur Bali, Dirjen Bimas Hindu, Wakil Walikota Denpasar, Bupati Badung, Anggota DPD RI, mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Ketua PHDI Bali, PHDI Pusa,. Ketua umum MGPS pusat, dan Keluarga besar pasek sanak sapta rsi.
Tari Puspanjali sebagai pembuka acara, menjadi menarik dan berbeda karena para penari dari saudara kita yang berkebutuhan khusus. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan nilai kebangsaan agar seluruh keluarga besar MGPS mampu beriringan selaras dengan pemerintah sesuai dengan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika.
Gubernur Bali I Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan bahwa Mahasabha yang memiliki makna pertemuan yang paling besar digelar setiap lima tahun sekali. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Menteri Agama berkenan hadir. Koster juga menjelasakan makna dari maha gotra sanak sapta rsi yang merupakan klen di Bali. Merupakan kelompok terbesar di masyarakat Bali. Mahasabha yaitu artinya pertemuan terbesar di Bali dan punya kontribusinya terbesar juga di Bali.
Sementara itu Fachrul Razi dalam arahannya menyampaikan bahwa MGPS ini agar memiliki kualitas lebih baik yang selaras dengan visi misi pemerintah dan empat pilar kebangsaan. Selain itu juga penerus dari MGPS ini agar mampu menghasilkan penerus yang berkompeten yang mampu merumuskan program yang baik yang memiliki kontribus terhadap masyarakat luas. “MGPS harus mampu bersinergi dengan majelis agama dan umat agama lain sehingga mampu bahu membahu dalam memelihara kerukunan dan menangkal radikalisme” Ujar Fachrul Razi.
Lebih jauh Fachrul Razi juga menyampaikan bahwa Tuhan telah menciptakan perbedaan untuk kita agar saling mengenal, sehingga jika kita tidak mau saling mengenal makan kita hakikatnya telah mengingkari kehendak Tuhan.(sn)
Bersinergi Memelihara Kerukunan Guna Tangkal Radikalisme